Long Weekend, Kunjungan Kemuning Sky Hills Tembus 3.000 Orang
- 16 Mei 2026 16:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Objek wisata jembatan kaca Kemuning Sky Hills di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, mencatatkan tren kenaikan kunjungan yang signifikan selama momen libur panjang pekan ini. Meskipun sempat diguyur hujan, destinasi yang populer dengan lanskap kebun teh tersebut tetap dibanjiri ribuan pelancong dari luar daerah.
Arus kedatangan wisatawan yang didominasi plat nomor asal Jawa Timur seperti Surabaya ini mulai meroket sejak hari pertama liburan pada Kamis lalu. Lonjakan volume kendaraan rombongan maupun mobil pribadi sempat memicu kepadatan di jalur utama menuju kawasan wisata lereng Gunung Lawu tersebut.
“Hari pertama itu kurang lebih sekitar 3.000 orang, hari kedua 1.500 orang, dan hari ketiga ini sudah di atas 1.000 pengunjung. Kalau harian biasa itu hanya 500 orang, jadi momentum long weekend ini peningkatannya cukup baik,” ujar Manager Kemuning Sky Hills, Supardi saat dikonfirmasi RRI, Sabtu 16 Mei 2026.
Supardi memprediksi, puncak arus kunjungan wisatawan berikutnya akan kembali terjadi pada hari Minggu besok jika kondisi cuaca mendukung. Guna mengantisipasi lonjakan massa dan menjaga keselamatan di area jembatan kaca, pihak manajemen menyiagakan tim khusus untuk melakukan perawatan intensif.
“Tujuan utama tamu kita ada di jembatan, jadi persiapan kami fokus di maintenance seperti pengencangan baut, pengecekan pagar, pengelasan, hingga pengecatan. Kami mempunyai tim khusus yang melakukan kontrol ini setiap hari, bukan cuma pas momen liburan saja,” ucapnya.
Meskipun operasional dan keamanan area jembatan terkendali dengan baik, Supardi memberikan catatan kritis terkait infrastruktur penunjang di luar area wisata. Ia menilai kondisi akses jalan raya menuju Kemuning Sky Hills yang dirasa terlampau sempit untuk menampung kendaraan besar.
“Harapan saya hanyalah satu yaitu akses jalan menuju Sky Hills ini perlu diperlebar karena kondisinya sempit. Kalau terjadi kemacetan, banyak mobil pribadi yang akhirnya tidak kuat menanjak dan kendala jalur ini harus segera diatasi,” ujar Supardi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....