Disbudpar Surakarta Siapkan Program 72 Hours in Solo
- 07 Mei 2026 19:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta tengah merumuskan strategi baru untuk meningkatkan masa tinggal wisatawan melalui program bertajuk "72 Hours in Solo" atau 72 Jam di Solo. Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat city branding Solo agar lebih kompetitif di kancah internasional.
Kepala Disbudpar Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan kekuatan branding Solo di level internasional harus dibangun melalui kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antara pelaku seni budaya dan sektor pariwisata menjadi kunci utama untuk menarik wisatawan asing.
"Solo mempunyai kekuatan yang sangat kuat untuk menjaga branding di internasional. Kita perlu memperkuat kolaborasi agar budaya mendukung pariwisata, dan pariwisata mendukung kebudayaan," katanya kepada rri.co.id, Kamis 7 Mei 2026.
Maretha menjelaskan bahwa program "72 Hours in Solo" dirancang agar wisatawan tidak hanya singgah dalam waktu singkat, tetapi menetap lebih lama untuk menikmati ekosistem kota secara utuh. Fokusnya adalah membangun rangkaian kegiatan yang berkesinambungan bagi turis sejak pagi hingga tengah malam.
"Harapan kita wisatawan tidak hanya satu hari, tapi long live. Kita bangun sinergitas bagaimana mereka bisa menikmati Solo mulai pagi, siang, sore, malam, sampai besok paginya lagi," ujarnya menjelaskan.
Program paket wisata ini rencananya akan mulai diluncurkan pada awal bulan Sura mendatang sebagai tahap uji coba. Pihak Disbudpar telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan paket-paket wisata khusus yang akan dievaluasi secara berkala hingga akhir tahun 2026.
"Tahun ini kita coba mulai di awal bulan Sura. Kami sudah koordinasi dengan stakeholder supaya mereka membuat paket-paket wisata, kemudian nanti kita masifkan pada tahun 2027," ucapnya. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....