Pasar Gede Solo Diserbu Wisatawan pada Libur May Day

  • 01 Mei 2026 13:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pasar Gede Solo terus menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin berburu kuliner tradisional. Setelah ramai pada momen Lebaran dan libur panjang Paskah, kini ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara kembali memadati pasar legendaris ini pada libur Hari Buruh atau May Day, Jumat 1 Mei2026.

Pantauan RRI di lokasi menunjukkan antrean panjang wisatawan terjadi di berbagai lapak kuliner khas Solo. Panganan seperti lenjongan, dawet selasih, cabuk rambak, es gabus, sosis solo, hingga rambak kulit menjadi incaran utama pengunjung.

Siti Priantini, seorang wisatawan asal Semarang, mengaku sengaja memboyong rombongan berjumlah delapan orang untuk berwisata kuliner ke Pasar Gede. Ia bahkan rela mengantre demi mencicipi kesegaran dawet selasih yang ikonik.

"Kami rombongan dari Semarang sengaja menyempatkan mengunjungi Pasar Gede. Jadi khusus ke sini untuk kuliner, terutama dawet telasihnya," ujar Siti kepada RRI.

Selain menikmati hidangan di tempat, Siti dan rombongannya juga terlihat membawa buah tangan khas seperti intip (kerak nasi), teh oplosan, dan rambak kulit. Setelah dari Pasar Gede, mereka berencana melanjutkan perjalanan wisata ke The Heritage Palace Gembongan dan mengunjungi kediaman mantan Presiden Joko Widodo.

Hal senada diungkapkan oleh Surya, warga Pati, Jawa Tengah. Ia mengaku baru pertama kali mengunjungi Pasar Gede karena rasa penasaran terhadap cita rasa kuliner tradisional Solo.

"Kami jauh-jauh dari Pati ke sini ingin mencoba gendar pecel, intip, dan tentu saja dawetnya," kata Surya.

Lonjakan jumlah kunjungan ini membawa berkah bagi para pedagang. Keuntungan yang diraih saat libur May Day ini diklaim hampir setara dengan masa libur Lebaran.

Dani, salah satu pedagang oleh-oleh khas Solo, mengungkapkan bahwa stok dagangannya seperti keripik usus, paru, cakar ayam, hingga belut telah terjual puluhan bungkus sejak pagi hari. Untuk mengantisipasi permintaan, ia menaikkan jumlah stok barang dagangannya.

"Untuk libur May Day ini, saya menyetok usus dan cakar ayam hingga 25 kilogram. Padahal pada hari biasa hanya sekitar 10 sampai 15 kilogram saja," kata Dani.

Meski demikian, Dani mengakui adanya penyesuaian harga jual pada beberapa komoditas karena kenaikan biaya operasional dan bahan baku kemasan.

"Saat ini harga ada kenaikan, salah satunya karena harga plastik juga naik. Usus dan cakar yang biasanya Rp25.000 menjadi Rp35.000, sementara paru dari Rp40.000 menjadi Rp45.000," pungkasnya. (SF/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....