Produk UMKM Laris Manis, dalam Acara Haul Al Habib Ali ke 115

  • 04 Okt 2026 20:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Gelaran Haul Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ke-115 di Masjid Ar-Riyadh, Solo, turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kedatangan puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah hingga luar negeri meningkatkan permintaan berbagai produk UMKM, termasuk sarung dan songkok.

Pedagang dari berbagai daerah datang ke Solo untuk berjualan sekaligus mengikuti rangkaian Haul Habib Ali. Salah satunya Abdurrahman, pedagang sarung goyor asal Pekalongan, yang mengaku telah berjualan setiap momentum Haul Solo selama sekitar 10 tahun.

Abdurrahman mengatakan dirinya datang tidak hanya untuk berjualan, tetapi juga berziarah dan menghadiri haul. Ia membawa berbagai jenis sarung hasil produksi konveksinya untuk ditawarkan kepada jemaah.

“Kami berjualan sejak hari Jumat, daya beli penjualan semakin meningkat tajam. Yang penting berkah Haul Solo, saya jual harga berkah saja, yang penting mendapat berkah Haul Solo,” kata Abdurrahman.

Menurut Abdurrahman, dalam dua hari satu malam berjualan di lokasi haul, sekitar 70 kodi sarung goyor telah terjual. Ia memprediksi omzet selama pelaksanaan haul dapat mencapai sekitar Rp90 juta, dengan harga sarung yang ditawarkan mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu untuk paket dua sarung.

Pedagang songkok melayani pembeli di kawasan Haul Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ke-115, Solo. (Foto: RRI/SIFA)

Berbagai jenis sarung ditawarkan, mulai dari sarung goyor, cabut warna, batik, palekat, sutra, hingga sarung tenun. Sarung goyor menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari, sementara Abdurrahman mengatakan penjualan tahun ini cukup baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Pedagang songkok asal Bogor, Muhammad Gozali, juga mengaku mendapatkan permintaan dari jemaah selama pelaksanaan Haul Habib Ali. Ia telah berjualan setiap momentum haul selama sekitar lima tahun dan membuka lapak hingga rangkaian kegiatan berakhir pada 4 Oktober 2026.

“Kami berjualan di setiap acara haul ini sudah dua hari ini. Kami menjual songkok, omzetnya tidak seperti tahun lalu karena semakin banyak pedagang,” kata Gozali.

Gozali menjual berbagai jenis songkok dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp60 ribu, sedangkan songkok Malaysia ditawarkan sekitar Rp60 ribu. Dalam dua hari berjualan, puluhan songkok telah terjual dengan jumlah sekitar 20 kodi dan pembelinya didominasi jemaah dari luar daerah.

Kehadiran jemaah juga dimanfaatkan untuk membeli oleh-oleh khas Solo, salah satunya sarung goyor. Seorang jemaah asal Kalimantan yang saat ini mondok di Madura mengatakan dirinya sengaja membeli sarung untuk dibawa pulang sebagai buah tangan dan datang bersama rombongan sekitar 20 orang.

“Datang bersama rombongan, sekitar 20 orang. Saya baru dua kali datang ke haul ini,” ujarnya.

Jemaah tersebut mengatakan kehadirannya di Haul Solo tidak hanya untuk berbelanja oleh-oleh. Menurutnya, haul juga menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan para ulama dan habib.

“Alhamdulillah bisa ketemu ulama-ulama, habib-habib, bisa melihat beliau langsung,” katanya. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....