Sidak Proyek Jembatan Winong, Dewan Minta Dirampungkan Lebih Cepat

  • 28 Nov 2025 18:42 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Sragen: Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sragen mendesak kontraktor merampungkan pembangunan Jembatan Winong di Kecamatan Gondang lebih cepat dari kontrak. Percepatan ini demi memulihkan roda perekonomian warga yang sempat terganggu akibat ambrolnya jembatan lama.

Sidak dipimpin Ketua Komisi III Sugiyarto, diikuti Wakil Ketua Komisi III Joko Supriyanto dan diikuti sejumlah anggota. Jembatan Winong merupakan akses vital yang menjadi penghubung antara Kabupaten Sragen (Jawa Tengah) dan Ngawi (Jawa Timur) ini kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Ketua Komisi III DPRD Sragen, Sugiyarto, mengapresiasi langkah cepat perbaikan yang menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tersebut. Ia mencatat bahwa progres fisik di lapangan dinilai sangat memuaskan, mencapai angka kisaran 90 persen.

Kendati demikian, Sugiyarto menekankan agar pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan rekanan tidak mengendurkan kinerja menjelang akhir tahun.

Politikus PDIP itu juga mengingatkan pentingnya kualitas bangunan agar awet, mengingat masih ada masa pemeliharaan (retensi) selama 8 bulan yang menjadi tanggung jawab rekanan.

"Alhamdulillah sudah terlaksana dan dianggarkan di BTT. Namun, saya mohon kepada PU dan Bina Marga untuk segera merampungkan. Ini sudah akhir November, target kami 15 Desember harus selesai dan segera bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perputaran ekonomi," tegas Sugiyarto di sela-sela tinjauan kamis (27/11) sor

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sragen, Joko Supriyanto, menyoroti betapa strategisnya lokasi Jembatan Winong. Posisi jembatan yang berada di perbatasan provinsi menjadikan infrastruktur ini nadi utama bagi aktivitas ekonomi warga Sragen bagian timur dan Ngawi. Politisi Partai Gerindra yang akrab disapa Totok itu juga menginstruksikan agar pengawasan diperketat menjelang penyelesaian.

"Jembatan ini sangat vital. Padahal deadline kontrak tanggal 25 Desember, tapi kami minta usahakan tanggal 15 selesai. Sisa waktu 10 hari itu bisa digunakan untuk finishing dan melengkapi hal-hal yang belum sempurna," ujar Joko. "Saya akan pantau terus. Pengawas diusahakan setiap hari ke sini, biar tahu detail progres dan kekurangannya," ucapnya.

Menanggapi Desakan DPRD, Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyo, menyampaikan data teknis yang optimis, mengingat Per tanggal 22 November 2025, realisasi pekerjaan tercatat melampaui target. Dari perhitungan rencana awal 84,61 persen saat ini sudah Realisasi: 90,95 persen. Artinya ada Deviasi Positif 6,3 persen.

"Progres positif. Setiap hari pengawas internal maupun konsultan hadir di lapangan. Kami akan usahakan tanggal 15 Desember sudah finishing total," ujar Bowo

Saat ini, pekerjaan fisik yang tersisa meliputi pengecoran plat injak, pengaspalan (hotmix), dan penyelesaian sandaran jembatan (railing). Jembatan ini nantinya akan memiliki bentang jalan lebar 6 meter.

Terkait kendala, Aribowo mengakui faktor cuaca menjadi tantangan utama. "Kendala di lapangan beberapa kali terkena banjir, sekitar tiga sampai empat kali. Ini sedikit mengganggu terutama pada pengerjaan bangunan ground sill (penahan gerusan sedimen). Namun, Insyaallah kualitas tetap bagus," ucap dia. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....