Konsisten Publikasi, Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studie

  • 06 Okt 2026 20:18 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Konsistensi dalam melakukan penelitian dan publikasi menjadi salah satu kunci yang mengantarkan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id Dr. Mahmudulhassan atau yang akrab disapa Hasan, menjadi sosok peraih World Rank 4 in Education and Islamic Studies dalam Scholar Index Top 1000 Scholar 2026.

Capaian tersebut tidak diraih secara instan. Hasan mengaku tidak pernah menargetkan peringkat dunia, melainkan berusaha konsisten menulis, melakukan penelitian, serta mempublikasikan karya ilmiahnya.

“Saya sendiri tidak pernah membayangkan akan mendapatkan World Rank 4. Saya hanya berusaha konsisten melakukan penelitian dan publikasi,” ungkap Hasan saat diwawancarai melalui Zoom Meeting, Selasa 06 Oktober 2026 yang saat ini sudah kembali ke Bangladesh.

Ia menjelaskan, dorongan dari sejumlah akademisi di UMS turut membantunya menjaga konsistensi dalam menulis dan mempublikasikan penelitian.

Menurut Hasan, proses tersebut juga membuatnya mempelajari berbagai tahapan publikasi ilmiah, termasuk melakukan submit artikel ke Scopus dan SINTA.

“Yang penting saya berusaha, terus submit, nulis, publikasi. Biar sekarang saya dapat kabar gembira, jadi saya sangat semangat,” tuturnya.

Dalam rekam publikasinya, Hasan tercatat memiliki 68 artikel. Dari publikasi yang terindeks Scopus, ia memiliki 10 artikel, dengan rincian empat artikel pada jurnal Q1, satu artikel Q2, dua artikel Q3, dan dua artikel Q4.

Topik penelitian yang banyak digeluti Hasan berkaitan dengan pendidikan, pendidikan Islam, dan pendidikan multikultural. Salah satu penelitian yang menjadi bagian dari publikasinya membahas pembelajaran berpusat pada mahasiswa sebagai salah satu pendekatan untuk mencegah radikalisasi di sekolah Islam.

Salah satu artikelnya berjudul “Exploring Student-Centered Learning as a Tool to Prevent Radicalization in Islamic Junior Schools: A Case Study of Indonesia and Bangladesh” merupakan penelitian komparatif yang dilakukan Hasan bersama Prof. Dr. Sekar Ayu Aryani, M.Ag.

Penelitian tersebut membandingkan praktik pendidikan Islam di Indonesia dan Bangladesh. Hasan menemukan adanya perbedaan dalam aspek penerapan teori dan praktik pendidikan. Menurutnya, praktik pendidikan di Bangladesh masih perlu diperkuat, terutama dalam menghubungkan teori dengan praktik.

“Kalau di Bangladesh kurangnya praktikal. Kalau kita lihat Pendidikan Islam, karena saya meneliti tentang Pendidikan Islam, kalau di Bangladesh juga ada kurang di sekolah sekuler. Tapi saya lihat di Indonesia, masyaallah, ada pendidikan Islam,” jelasnya.

Dari penelitian tersebut, Hasan melihat adanya praktik di Indonesia yang dapat menjadi pembelajaran bagi pengembangan pendidikan di Bangladesh. Ia menyoroti pentingnya keterhubungan antara teori dan praktik, publikasi ilmiah, serta kegiatan ekstrakurikuler dalam mendukung proses pendidikan.

Perjalanan akademik Hasan juga memiliki keterkaitan erat dengan UMS. Ia menempuh pendidikan doktoral di FAI UMS usai menyelesaikan pendidikan magister bidang Tafsir Hadis dan Ilmu Politik di Bangladesh. Ketertarikannya terhadap bidang pendidikan kemudian mendorongnya untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Ia mengaku sempat memiliki rencana menempuh S2 Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Namun, setelah berdiskusi dengan pihak Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, khususnya Wijianto, S.T., M.Eng.Sc., ia mendapatkan informasi dan kesempatan untuk melanjutkan langsung ke jenjang doktoral.

“Saya sangat senang, saya menangis. Karena itu mimpi saya mau masuk S3 juga,” kenangnya.

Kesempatan tersebut semakin terbuka setelah Hasan memperoleh beasiswa 100 persen dari UMS. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya karena ia ingin memperdalam bidang pendidikan sekaligus mengembangkan kapasitas penelitian dan publikasinya.

Selama menjalani studi di UMS, Hasan juga mengenang suasana perkuliahan yang menurutnya sangat menyenangkan. Ia menyebut pengalaman mengikuti kelas di UMS sebagai salah satu pengalaman yang tidak terlupakan.

Saat ini, setelah kembali ke Bangladesh, Hasan tengah mengembangkan aktivitas akademiknya. Ia mengajar di jenjang pendidikan setara SMA sekaligus mencari kesempatan untuk bergabung dengan universitas di Bangladesh.

Ke depan, Hasan berharap dapat terus mengembangkan kiprahnya di bidang pendidikan dan penelitian. Konsistensi menulis dan publikasi yang telah mengantarkannya meraih peringkat dunia menjadi modal untuk melanjutkan kontribusinya di bidang akademik.

“Saya hanya berusaha konsisten melakukan penelitian dan publikasi,” pungkasnya. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....