Dosen FKI UMS Terapkan Pembelajaran Berbasis Computational Thinking di Malaysia

  • 28 Sep 2026 21:55 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta – Tim dosen Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menerapkan pembelajaran berbasis computational thinking bagi anak-anak sekolah dasar di Sanggar Bimbingan (SB) Kepong, Malaysia.

Kegiatan tersebut merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) yang dinaungi oleh Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS.

Pengabdian yang bertujuan memperkuat kemampuan berpikir kritis, kreatif dan sistematis pada anak melalui pendekatan pembelajaran inovatif yang sesuai dengan perkembangan pendidikan abad ke-21.

Diketuai oleh Maryam, S.T., M.Eng, dengan anggota tim Cahyaningtyas Sekar Wahyuni, S.Kom., M.Kom, Dr. Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng, dan Yanti Haryanti, S.Pd., M.A, pengabdian ini mengangkat tema "Penguatan Kompetensi Penggerak Belajar dalam Membangun Fondasi Computational Thinking bagi Anak melalui Media Interaktif di Sanggar Bimbingan Malaysia".

Maryam menjelaskan bahwa computational thinking merupakan kemampuan berpikir yang membantu seseorang dalam memahami masalah, menyusun strategi, dan menemukan solusi secara logis serta terstruktur. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran.

“Melalui pembelajaran berbasis computational thinking, anak-anak dilatih untuk berpikir sistematis, mengenali pola, serta menyelesaikan permasalahan melalui langkah-langkah yang terarah,” ujarnya, Senin 28 September 2026.

Ia mengatakan bahwa anak-anak SB Kepong merupakan binaan dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Maryam menuturkan bahwa anak-anak SB Kepong dikenalkan dengan konsep dasar computational thinking melalui berbagai aktivitas interaktif.

“Kami kenalkan konsep computational thinking dengan permainan edukatif, diskusi kelompok, dan tantangan pemecahan masalah yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik,” tambahnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut dirancang agar anak tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan kemampuan analisis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Maryam juga mengungkapkan bahwa melalui pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan keterampilan abad ke-21 bagi anak-anak, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis, (17/9/2026) itu menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi UMS dalam pengembangan inovasi pembelajaran serta penguatan literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional bagi masyarakat pendidikan di tingkat internasional. (EDWI/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....