Haul Solo Dongkrak Ekonomi Warga Pasar Kliwon dan Sekitarnya

  • 06 Okt 2026 13:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pelaksanaan Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Kota Surakarta memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat di Kecamatan Pasar Kliwon. Tingginya jumlah jamaah mendorong peningkatan aktivitas penginapan, UMKM, jasa parkir hingga penyewaan fasilitas milik warga.

Camat Pasar Kliwon Solo Ari Wibowo mengatakan, tingginya kunjungan jamaah membuat sejumlah penginapan di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon penuh. Kondisi tersebut juga mendorong masyarakat menyewakan rumah, kamar hingga toilet untuk memenuhi kebutuhan jamaah.

“Kalau dampak ekonomi kita lihat sangat luar biasa. Penginapan manapun, bahkan di Kecamatan Pasar Kliwon juga full dan masyarakat banyak yang menyewakan rumahnya, kamarnya, toiletnya,” ujar Ari.

Menurut Ari, aktivitas ekonomi masyarakat juga terlihat dari semakin banyaknya warga yang berjualan selama rangkaian kegiatan haul. Warga di sejumlah kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon memanfaatkan tingginya jumlah jamaah dengan menjual berbagai kebutuhan, mulai dari minuman hingga makanan dan produk oleh-oleh.

“UMKM sangat banyak sekali. Bahkan masyarakat di kelurahan di Kecamatan Pasar Kliwon banyak yang beralih jualan, mulai es teh, jualan apapun yang bisa laku, dan juga usaha-usaha lain seperti handicraft, oleh-oleh dan juga parkir,” katanya.

Ari mengatakan, pihaknya belum dapat memperkirakan besaran perputaran uang selama pelaksanaan haul. Menurutnya, penghitungan lebih akurat membutuhkan kajian dari instansi yang memiliki kewenangan dan data ekonomi.

Meski demikian, ia melihat potensi ekonomi pada pelaksanaan haul tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Selain jumlah jamaah yang tinggi, pelaksanaan tahun ini bertepatan dengan akhir pekan sehingga meningkatkan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

“Kalau kami sulit untuk memperkirakannya, mungkin nanti dari suatu instansi bisa memprediksikannya. Tapi yang bisa kita lihat adalah potensinya lebih banyak daripada tahun sebelumnya,” ucap Ari.

Tingginya jumlah jamaah terlihat dari kepadatan di sejumlah ruas jalan. Ari menyebut ekor jamaah yang sebelumnya hanya berada di sekitar kawasan Gading, tahun ini memanjang hingga ke arah selatan dan mencapai kawasan Pegadaian.

Kepadatan juga terlihat hingga kawasan Kantor Kecamatan Pasar Kliwon dan mengarah ke Kusumodilagan. Kondisi tersebut turut meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi karena terdapat pedagang, jasa parkir dan berbagai usaha warga yang melayani kebutuhan jamaah.

Menurut Ari, puncak kepadatan justru terjadi pada Minggu saat rangkaian Maulid. Ia mengatakan, kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika kegiatan Maulid cenderung lebih sepi dibandingkan puncak pelaksanaan haul.

“Maulidnya sangat luar biasa. Kalau sebelumnya biasanya Maulid itu sudah agak mereda, tapi ini Maulid justru sangat luar biasa,” ujarnya.

Ari menjelaskan, rangkaian kegiatan Haul Habib Ali berlangsung pada Sabtu, sementara kegiatan Maulid dilaksanakan pada Minggu setelah salat Subuh hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Tingginya jumlah jamaah pada dua rangkaian kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan dari berbagai sektor usaha. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....