Belasan Ton Sampah Haul Solo Dipilah, Sebagian Dimanfaatkan untuk PLTSa

  • 06 Okt 2026 09:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sampah sisa kegiatan Haul Solo yang terkumpul di sejumlah ruas jalan dan kawasan sekitar Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Surakarta, ditangani dengan pemilahan sebelum dibawa ke tempat pengolahan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta menyebut material yang masih memiliki nilai guna dapat diambil pemulung, sedangkan sebagian sampah lainnya dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Kepala DLH Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan penanganan sampah dilakukan seperti mekanisme pengelolaan sampah pada umumnya. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan terlebih dahulu dipisahkan dari material yang tidak dapat diolah.

“Penanganannya ya kita kerjakan seperti biasanya, yang masih bisa diambil pemulung boleh, yang tidak masuk ke pengolahan, dan mayoritas juga bisa dipakai oleh PLTSa,” katanya, Senin 5 Oktober 2026.

Menurut Herwin, sampah dari kawasan jalan utama dan sejumlah objek vital menjadi bagian yang diprioritaskan dalam proses pembersihan setelah peserta Haul Solo meninggalkan kawasan tersebut. Sementara pembersihan di jalan-jalan lingkungan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.

Herwin mengatakan jumlah keseluruhan sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo belum selesai dihitung. Namun, sampah yang berasal dari jalan utama dan objek vital diperkirakan mencapai belasan ton.

“Total sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo belum selesai dihitung, kalau belasan ton kemungkinan ada,” kata Herwin.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab DLH karena pemerintah wilayah juga ikut dilibatkan dalam proses pembersihan. Kecamatan dan kelurahan di kawasan terdampak turut mengerahkan personel untuk membantu menangani sampah sisa kegiatan.

Sementara itu, Camat Pasar Kliwon Ari Wibowo mengatakan seluruh kelurahan di wilayahnya dikerahkan untuk membantu proses pembersihan. Penanganan terutama difokuskan pada wilayah yang berada di sekitar Masjid Riyadh dan menjadi lokasi limpahan peserta Haul Solo.

“Seluruh kelurahan se Kecamatan Pasar Kliwon kami kerahkan. Kalau untuk kelurahan yang utama ya yang berada di sekitar Masjid Riyadh itu karena terdampak limpahan peserta Haul Solo,” ujar Ari.

Kelurahan Sangkrah, Semanggi, Joyosuran, Kedung Lumbu, Baluwarti, Gajahan, dan sejumlah wilayah lainnya menjadi bagian dari pengerahan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan kebersihan kawasan setelah kegiatan haul selesai. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....