LPT Farmasi UMS Mantapkan Standar Mutu Laboratorium melalui Asesmen ISO/IEC 17025

  • 05 Okt 2026 21:29 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Surakarta - Laboratorium Pelayanan Terpadu (LPT) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id menggelar Asesmen Lapangan ISO/IEC 17025:2017 pada 24-25 September 2026.

Kegiatan ini semakin memantapkan langkah menuju penerapan standar mutu laboratorium bertaraf internasional.

Dekan Fakultas Farmasi UMS Prof. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D., menjelaskan asesmen tersebut bertujuan untuk mengevaluasi sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis LPT Farmasi UMS pada empat ruang lingkup pengujian.

Keempat ruang lingkup itu, yakni deteksi cemaran DNA babi menggunakan metode qPCR, deteksi dan kuantifikasi etanol menggunakan metode GC-MS, penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometer, serta penetapan kadar fenol menggunakan spektrofotometer.

“Asesmen ini menjadi bagian penting agar LPT Farmasi UMS memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017, yakni standar yang menetapkan persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi,” ujar Erindyah, Senin 05 Oktober 2026.

Erindyah menjelaskan ruang lingkup tersebut mencerminkan pengembangan kompetensi LPT Farmasi UMS dalam menyediakan layanan pengujian yang relevan dengan kebutuhan kefarmasian, pangan, produk halal, bahan alam, serta kebutuhan penelitian dan layanan masyarakat.

Kepala LPT Farmasi UMS apt. Wahyu Utami, Ph.D.

Proses asesmen ini melibatkan tim manajemen, penyelia, analis, dan seluruh personel terkait LPT Farmasi UMS. Sementara asesor dalam kegiatan ini, yaitu Dr. drh. Tati Ariyanti, M.P., Anissa Tiana Sheilayanti Putri, S.Far., dan Dr. apt. Tanti Yulianti, S.Si., M.Si. Tim asesor melakukan peninjauan terhadap dokumen mutu, dokumen teknis, serta witness untuk memastikan kesesuaian penerapan dan kompetensi pengujian di LPT Farmasi UMS.

Erindyah menyebut proses asesmen berlangsung secara konstruktif dan dialogis. “Evaluasi serta masukan dari asesor menjadi bagian penting dalam proses peningkatan mutu laboratorium secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Ia menegaskan penguatan kualitas laboratorium merupakan bagian dari komitmen Fakultas Farmasi UMS dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Pemenuhan standar ISO/IEC 17025 diharapkan semakin memperkuat kepercayaan terhadap kompetensi dan hasil pengujian yang dilakukan oleh LPT Farmasi UMS,” harapnya optimis.

Kepala LPT Farmasi UMS apt. Wahyu Utami, Ph.D., menyampaikan proses menuju pemenuhan standar ISO/IEC 17025 sangat berkaitan dengan implementasi standar dalam aktivitas laboratorium sehari-hari.

Menurut Wahyu, asesmen menjadi momentum penting bagi LPT Farmasi UMS untuk mengevaluasi kesiapan sistem manajemen dan kompetensi teknis yang telah dibangun.

“Yang lebih penting, proses ini mendorong terbentuknya budaya mutu sehingga setiap tahapan pengujian dilakukan secara konsisten, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata dia.

Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. apt. Muhammad Da’I, M.Si. (kiri), Dekan Fakultas Farmasi UMS Prof. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D. (tengah), dan Kepala LPT Farmasi UMS apt. Wahyu Utami, Ph.D. (kanan).

Berbagai masukan yang diperoleh selama asesmen akan menjadi dasar bagi LPT Farmasi UMS untuk melakukan penyempurnaan dan peningkatan berkelanjutan.

Wakil Rektor II UMS Prof. Dr. apt. Muhammad Da’I, M.Si., mengatakan keberadaan laboratorium dengan sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis yang kuat akan memberikan nilai tambah bagi civitas academica, maupun masyarakat dan mitra yang memanfaatkan layanan laboratorium.

Penerapan standar SNI ISO/IEC 17025:2017 di LPT Farmasi UMS akan menjadi instrumen untuk membangun sistem kerja laboratorium yang konsisten dan berorientasi pada mutu. Sehingga LPT Farmasi UMS diharapkan dapat terus berperan dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran mahasiswa, penelitian dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan pengujian bagi berbagai pemangku kepentingan.

Terlaksananya asesmen lapangan ini semakin memperkuat fondasi LPT Farmasi UMS menuju laboratorium yang kompeten, akurat, dan terpercaya. Hasil serta rekomendasi asesmen selanjutnya akan menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan dalam rangka memastikan penerapan sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis sesuai dengan persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen Fakultas Farmasi UMS untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, serta pelayanan kefarmasian dan kesehatan di masyarakat. (Edwi/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....