HAPSAK 2026 Tunjukkan Semangat Lansia Surakarta Tetap Aktif dan Produktif

  • 05 Okt 2026 20:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Semangat para lanjut usia (lansia) di Kota Surakarta ditunjukkan melalui Peringatan HAPSAK (Hari Kesaktian Pancasila) 2026 yang digelar di Halaman Balai Kota Surakarta, Minggu 4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Hari Batik Nasional dan Hari Lanjut Usia Internasional. Mengusung tema “Pancasila Sakti, Lansia Menyala, Berbatik Nusantara”, kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti anggota PAPBS (Purna Adi Praja Balai Kota Surakarta).

Pembina PAPBS, FX Hadi Rudyatmo, turut hadir bersama jajaran pengurus dan anggota serta para peserta kegiatan. HAPSAK 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan peringatan, tetapi juga menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap aktif, sehat, produktif, dan kreatif.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan sosial serta kebersamaan di antara para peserta. Berbagai aktivitas digelar untuk memeriahkan kegiatan, di antaranya pertunjukan kulintang, lines dance, senam Alzheimer, dan UOMAS.

Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias dalam suasana kebersamaan dan nuansa budaya Nusantara. Senam Alzheimer menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian.

Selain aspek kesehatan, HAPSAK 2026 juga mengangkat pelestarian budaya melalui penggunaan batik. Para peserta mengenakan berbagai busana bernuansa batik, sejalan dengan peringatan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober.

Pertunjukan kulintang dan lines dance turut menunjukkan kreativitas para lansia. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa usia lanjut tidak menjadi penghalang untuk tetap bergerak, berkarya, dan beraktivitas bersama.

Tema “Pancasila Sakti, Lansia Menyala, Berbatik Nusantara” menjadi pesan utama kegiatan. Pancasila menjadi landasan kebersamaan, semangat lansia menggambarkan produktivitas dan ketangguhan, sedangkan batik merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.

Melalui HAPSAK 2026, para lansia diharapkan tetap menjaga kesehatan, memperkuat silaturahmi, mengembangkan kreativitas, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial serta kemasyarakatan.

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berkarya. Pengalaman dan semangat para lansia tetap dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....