Kebakaran Lahan Bambu di Jatiyoso Karanganyar Telan Korban Jiwa, Satu Lansia Tewas
- 28 Sep 2026 20:59 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Tragedi memilukan melanda kawasan perbukitan Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Upaya mandiri seorang warga senior untuk memadamkan rambatan api di tebing kebun bambu berujung maut setelah korban terjebak di tengah lingkaran asap dan kobaran api, Minggu 27 September 2026 petang.
Insiden naas tersebut menimpa Marto Wiyono (69), penduduk Dusun Sawit, Desa Wukirsawit. Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian dengan kondisi luka bakar berat setelah tergelincir di lereng curam berjarak 200 meter dari pemukiman warga.
Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Srikadiyono, mengonfirmasi peristiwa tragis di wilayah perbukitan Jatiyoso tersebut.
“Benar, kemarin sore kejadiannya. Lokasinya adalah rumpun bambu dengan kemiringan kurang lebih 50 derajat,” kata Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Srikadiyono, Senin 28 September 2026.
Awalnya, kegiatan pembersihan lahan dengan memusnahkan tumpukan daun bambu kering berjalan biasa sejak pertengahan hari. Namun, menginjak pukul 16.00 WIB, hembusan angin kencang mendadak memicu eskalasi api hingga menyeberang dan melahap area kebun milik warga tetangga.
Kepanikan seketika melanda korban saat menyaksikan api menjalar cepat. Mengingat medan vegetasi bambu setempat berdiri di atas kontur kemiringan 50 derajat, pijakan tanah yang licin diduga kuat membuat langkah korban lunglai hingga jatuh terperosok ke titik api bawah tebing.
Kondisi fisik lansia yang ringkih ditambah riwayat gangguan pernapasan asma makin mempersempit ruang gerak korban untuk menyelamatkan diri dari kepungan asap pekat.
Misteri hilangnya korban baru terkuak menjelang petang. Sang istri, Kiyem (66), yang merasa risau lantaran suaminya tak kunjung kembali untuk menunaikan salat Magrib, berinisiatif mendatangi area ladang. Di sana, ia mendapati tubuh suaminya sudah membujur kaku di bekas bakaran lahan.
Suara jerit histeris Kiyem memecah kesunyian sore dan memanggil warga sekitar untuk berbondong-bondong memberikan pertolongan serta menghubungi aparat kepolisian setempat.
Hasil visum luar tim medis Puskesmas Jatiyoso bersama Olah TKP Tim Inafis Polres Karanganyar mencatat kerusakan fisik akibat luka bakar korban mencapai 96 persen. Pihak kepolisian memastikan tidak menemukan kejanggalan maupun indikasi tindak kejahatan di balik musibah ini.
“Keluarga sudah buat surat pernyataan, kejadian adalah murni kecelakaan,” ujar Kasatreskrim.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi masyarakat lereng Gunung Lawu untuk meninjau ulang kebiasaan memusnahkan limbah kebun dengan cara dibakar, terutama saat angin kencang di kawasan berlereng tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....