Warung di Solo Tulis “Tutup Berarti Lagi Bad Mood”, Ini Ceritanya
- 04 Okt 2026 20:37 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah warung kelontong di Debegan, Mojosongo, Jebres, Solo, menarik perhatian karena memasang tulisan “Jika tutup berarti lagi bad mood tutup”. Pemilik warung, Chandra Muzty, mengatakan tulisan tersebut hanya candaan karena warungnya memang tidak memiliki jadwal buka dan tutup yang pasti.
Chandra mengatakan warung kerap tutup ketika dirinya memiliki keperluan, seperti mengantar anak les atau sedang berada di luar rumah. Tulisan tersebut dibuat untuk menjawab pertanyaan pelanggan yang mencari keberadaan pemilik ketika warung sedang tutup.
“Jadi memang enggak ada jam buka-tutup. Daripada banyak pertanyaan, ‘Kok tutup? Ning endi?’ (di mana?), ditulis saja ‘bad mood’. Sebenarnya enggak begitu,” katanya, Minggu 4 Oktober 2026
Menurut Chandra, istilah “bad mood” sama sekali bukan alasan sebenarnya warung tersebut tutup. Ia lebih sering menutup warung karena harus mengurus anaknya yang masih kecil.
“Soalnya saya punya toddler. Jadi memang kalau buka-tutup karena ‘bad mood’ itu enggak benar, cuma sambil mengurus anak,” ujarnya.
Chandra juga terkadang memilih tidak membuka warung ketika anaknya memiliki kegiatan di sekolah dan pulang lebih sore. Kondisi cuaca yang panas juga pernah membuatnya memilih tidak membuka warung.
“Seringnya sering. Cuma pasti ada alasan lain, enggak hanya karena bad mood. Misalnya anak saya ada kegiatan di sekolah, terus pulangnya agak sore, ya saya bablaske (tidak buka),” katanya.
Tulisan tersebut awalnya juga muncul dari candaan tetangga yang kerap menggoda Chandra karena warungnya tidak selalu buka. Candaan tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk memasang tulisan yang mengundang perhatian warga dan warganet.
Chandra mengaku tidak keberatan dengan respons warganet setelah foto tulisan tersebut beredar di media sosial. Ia justru merasa terhibur karena banyak komentar yang dianggapnya lucu.
“Responsnya cuma dikomentari. Senang sih, lucu-lucu komentarnya. Terus banyak juga yang mendoakan Pak Mul, kan enggak kenal. Saya aminin saja,” ucapnya.
Selain tulisan unik, dinding warung juga dihiasi gambar doodle. Chandra mengatakan gambar tersebut dibuat untuk menggantikan banner yang sebelumnya terpasang di depan warung dan kerap menjadi sasaran anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.
Chandra bersama suaminya memilih konsep doodle karena biaya pembuatannya lebih terjangkau dibandingkan mural dengan warna penuh. Pengerjaan dilakukan sekitar dua hari sejak sore hingga malam dengan biaya sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....