Desa Wisata Bulu Serang Boyolali Sajikan Nuansa Makan Ikan di Atas Warung Apung

  • 25 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali — Desa Wisata Bulu Serang yang terletak di Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, terus menunjukkan perkembangan pesat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

Mengandalkan keasrian pemandangan perairan dan deretan karamba apung milik warga lokal, kawasan ini menawarkan sensasi menyantap olahan ikan segar langsung di atas warung makan apung.

Sejak diresmikan sebagai desa wisata pada tahun 2022 dan mengantongi SK Bupati, angka kunjungan ke Bulu Serang terbilang stabil. Pada bulan-bulan biasa, wisatawan yang berkunjung mencapai sekitar 4.000 orang per bulan dan melonjak hingga 7.000 pengunjung pada momen libur Hari Raya serta Tahun Baru.

Wisatawan yang datang pun tak hanya dari wilayah Boyolali dan Grobogan, tetapi juga merambah ke daerah lain seperti Pati, Kudus, hingga Jepara. Sajian unggulan yang menjadi primadona masyarakat saat berkunjung ke Desa Wisata Bulu Serang adalah olahan ikan nila bakar khas warung apung.

Potret warung apung yang menjadi unggulan Desa Wisata Bulu Serang Boyolali (Foto: RRI/ Joko)

Ketua Desa Wisata Bulu Serang, Parjono, menegaskan bahwa ikan yang disajikan dipastikan dalam kondisi segar karena diambil langsung dari sekitar 43 petani karamba apung setempat. Dirinya juga menjelaskan keunikan proses pengolahan menjadi kunci utama kelezatan kuliner di kawasannya.

"Kita tonjolkan kuliner ikan bakar. Ikan bakar ini masih fresh, dari mentah langsung dibakar terus digoreng jadi masih segar, berbeda dengan yang lain. Harganya pun sangat murah," kata Parjono saat ditemui di Desa Wisata Bulu Serang pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Parjono menambahkan, meskipun sudah didatangi banyak wisatawan namun menurutnya masih banyak fasilitas yang perlu dipenuhi di lokasi wisata sebagai pelengkap. Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Boyolali bisa membantu melengkapi fasilitas publik agar terus menjadi spot lokasi wisata bagi masyarakat sekitar.

"Harapan saya ke depan pengunjung tambah ramai dan fasilitas bisa dipenuhi, terutama toilet, area permainan anak, serta perluasan tempat parkir yang saat ini masih terbatas," katanya menambahkan.

Selain menyuguhkan wisata kuliner yang ramah di kantong, pengelola dan pemerintah desa juga mengedepankan aspek keselamatan pengunjung. Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, wahana perahu wisata tidak diperbolehkan dan fokus layanan sepenuhnya diarahkan pada operasional warung apung yang telah dilengkapi jaminan asuransi keselamatan.

Kepala Desa Wonoharjo, Sulistya, mengapresiasi keaktifan pengelola dalam menggelar berbagai kegiatan seperti karnaval perahu guna mengenalkan potensi desa secara lebih luas. Pihaknya berharap keberadaan desa wisata ini dapat terus memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.

"Potensi Desa Wisata Bulu Serang ini sangat bagus perkembangannya. Setelah resmi menjadi desa wisata, sudah ada asuransinya apabila ada kecelakaan. Harapannya semoga ke depannya lebih maju, lebih baik, dan bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya Dukuh Bulu," ucap Sulistya.

Melalui kegiatan acara yang terus diadakan, Kepala Desa Wonoharjo berharap Wisata Bulu Serang makin terkenal luas, tidak hanya di Wonoharjo, tetapi juga dikenal hingga sampai wilayah lain, agar mampu berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat maupun daerah. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....