Pelaku UMKM Batik Jarum Bayat Klaten Alami Fluktuasi Penjualan

  • 03 Okt 2026 18:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Para pelaku UMKM batik di Desa Jarum Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten tetap bertahan dan berkarya meski penjualan prodak mengalami penurunan. Para pengunjung atau wisatawan sekarang ini tidak banyak yang datang di Desa Wisata keraji nan dan batik tersebut.

Salah seorang pengrajin batik Sarwidi kepada RRI.CO.ID, mengatakan kondisi saat ini untuk penjualan produk batik mengalami penurunan dan cukup jauh bila dibandingkan dengan sebelum terjadinya Covid 19. Para pengunjung juga tidak banyak yang datang untuk membeli batik.

“selama beberapa bulan ini dari bulan Agustus , Bulan Agustus kemarin masih ada beberapa wisatawan yang datang masuk ke kampung-kampung. Kemudian ini kok ada penurunan lagi. Sekarang sulit pak kalau mengenai tentang batik kalu ga punya nama. Tidak seperti sebelum covid,” kata Sarwidi, Jumat 2 Oktober 2026.

Dikatakan , meski ada penurunan penjulan para pelaku UMKM batik di Desa Jarum yang saat ini kurang lebih 26 orang tetap berkarya dan bertahan. Sekarang ini masih ada pesanan yang sifatnya lokal dan tujuh karyawan atau pembatik masih tetap dapat bekerja.

Pelaku usaha lainnya Yono Febri mengatakan kondisi para pengrajin batik saat ini justru lebih baik. Banyak dari mereka yang banyak pesanan.

“Kalau saya ada tapi ga banyak. Kalau pengrajin yang lain saya dengar itu banyak pesanan. Pokonya bulan ini ngejar pesanan,” katanya.

Dirinya mengaku , paling banyak pesanan kain dalam bentuk jarik. Kurang lebih satu bulan terakhir kurang lebih 50 potong dengan harga dibawah 500 ribu rupiah perbuah.

Perangkat Desa Jarum Suyanto mengatakan menanggapi hari batik nasional di Desa Jarum tidak ada agenda khusus. Namun demikian pihaknya akan mengumpulkan para pelaku usaha batik untuk membahas perkembangan dan strategi pemasaran batik menghadapi kondisi saat ini.

“Para pengrajin batik di Desa Jarum sekarang ini dapat berkembang baik bertambah kurang lebih lima pengrajin. Tapi yang menjadi kendala adalah jumlah SDM nya para pekerjanya semakin sedikit. Jadi sekarang para pekerja mempunyai bargaining,” katanya.

Ia juga terus berharap agar geliat usaha batik di Desa Jarum Bayat Klaten terus meningkat. Adam sutanto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....