Hilirisasi Riset UNS Bantu UMKM Gethuk Kemuning Tingkatkan Omzet Usaha

  • 03 Okt 2026 18:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus mendorong kemajuan usaha mikro di perdesaan melalui penerapan teknologi tepat guna.

Langkah konkret ini diwujudkan lewat pendampingan hilirisasi peralatan produksi kepada UMKM Gethuk Bu Sri di kawasan wisata Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kepala Seksi Peraihan Dana Pengabdian Masyarakat Eksternal dan Pengembangan Pusat Studi LPPM UNS, Sarjiyanto, menuturkan bahwa intervensi mekanis ini merupakan wujud komitmen kampus agar hasil riset berdampak langsung pada masyarakat.

Inovasi alat yang dihibahkan tidak hanya dirancang untuk mendongkrak produksi, namun juga dipastikan ramah energi agar tidak menambah beban biaya operasional mitra.

Ketua Tim Pendampingan UNS, Prof. Mohamad Harisudin, menjelaskan bahwa pengadaan mesin tersebut berawal dari keluhan pelaku usaha terkait beratnya tenaga yang dibutuhkan saat mengaduk adonan dalam skala besar.

Setelah melalui proses pemetaan masalah, tim merancang mesin pengaduk khusus yang diiringi dengan sosialisasi penggunaan alat pengemas vakum untuk memperpanjang usia simpan produk kuliner lokal tersebut.

"Saat itu kami berpikir, ketika formula timusnya sudah siap bersaing, ada keresahan karena tenaga untuk mengaduk cukup besar dan membutuhkan waktu lama. Maka kami mencoba mengenalkan teknologi tepat guna untuk pengadukan adonan," ujar Prof. Harisudin.

Kehadiran inovasi mesin pengaduk otomatis tersebut membawa dampak yang sangat memuaskan bagi kelangsungan bisnis sang Pemilik UMKM Gethuk Bu Sri, Tatik Setyaningsih.

Ia mengakui proses produksi hariannya kini berjalan jauh lebih cepat dan tidak lagi menguras banyak tenaga fisik dari para pekerjanya yang mayoritas merupakan kaum perempuan.

"Satu adonan itu sekitar 20 kilogram. Setelah ada bantuan mesin, 20 kilogram bisa diproses sekaligus dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit, sebelumnya harus dilakukan sedikit demi sedikit sehingga membutuhkan waktu lebih lama," kata Tatik.

Berkat ketepatan teknologi pengadukan serta keamanan yang ditawarkan kemasan vakum baru, omzet bisnis kuliner ini tercatat melesat tajam hingga lebih dari 50 persen karena berani menerima pesanan dari luar kota.

Tidak sekadar menjadi lokasi jual beli, UMKM Gethuk Bu Sri saat ini berhasil melebarkan sayap usahanya dengan membuka pintu bagi kunjungan wisata edukasi. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....