Peringati Hari Batik, Siswa SMPN 23 Surakarta Gelar Parade Nusantara
- 03 Okt 2026 18:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Sebanyak 644 siswa SMP Negeri 23 Surakarta bersama para guru dan orang tua menggelar aksi mewarnai motif batik serta parade budaya Nusantara di halaman sekolah, Jumat, 2 Oktober 2026.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tersebut digelar guna mengenalkan makna filosofis ragam motif tradisional kepada para pelajar.
Dalam aksi parade tersebut, setiap kelompok kelas memamerkan dan menjelaskan filosofi dari berbagai motif batik yang diusung.
Beberapa di antaranya meliputi motif Parang, Sido Luhur, Sido Mukti, hingga motif batik khas Papua.
Kepala SMP Negeri 23 Surakarta, Sri Rahayu, memaparkan m kegiatan parade batik secara khusus baru pertama kali diselenggarakan di sekolahnya.
Ia menilai pengetahuan generasi muda terhadap nilai sejarah dan makna di balik motif batik masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
"Jangankan anak-anak, sekarang banyak juga orang dewasa yang kurang tahu ini batik apa dan artinya apa. Makanya dalam pembelajaran intrakurikuler seni rupa kita perkenalkan batik, bahkan seni tata sungging juga diintegrasikan dalam pembelajaran," ujar Sri Rahayu, Jumat, 2 Oktober 2026.
Melalui integrasi seni budaya dan muatan lokal tersebut, Sri Rahayu berharap para siswa dapat meresapi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam setiap karya seni.
Langkah ini dinilai efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal sejak dini.
Sementara itu, salah satu siswa Kelas 9, Orvil Amdicahyo Wohan, menyambut antusias ragam kegiatan yang diselenggarakan sekolah.
Menurutnya, momentum peringatan ini mengubah pandangan siswa yang selama ini menganggap kain batik hanya dipakai saat menghadiri acara pernikahan atau hajatan.
"Sangat bermanfaat buat melestarikan budaya kita. Apalagi batik biasanya cuma dipakai buat jagong atau acara Jawa, tapi hari ini kita enggak cuma pakai baju batik, melainkan ada lomba mewarnai dan fashion show juga," kata Orvil.
Edukasi budaya yang dikemas interaktif ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan aktif para pelajar dalam merawat warisan takbenda Indonesia.
Pihak sekolah berkomitmen menjadikan kegiatan pengenalan budaya sebagai agenda rutin untuk membentuk karakter generasi muda yang berakar pada tradisi Nusantara. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....