Haul Habib Ali Solo ke-115 Besok, 10 Ribu Jamaah Pasuruan Bersiap Datang

  • 02 Okt 2026 21:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta bersama Karaton Surakarta Hadiningrat mematangkan persiapan menyambut ribuan jamaah dari berbagai daerah untuk menghadiri puncak Haul Habib Ali Solo ke-115 di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Sabtu 3 Oktober 2026.

Sekitar 10.000 jamaah diperkirakan datang dari Kabupaten Pasuruan. Jumlah tersebut membuat pengelolaan kawasan, transportasi, keamanan dan fasilitas umum menjadi perhatian utama.

Perwakilan Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan, kedatangan jamaah dalam jumlah besar harus dikelola bersama agar tidak menimbulkan persoalan.

“Pasuruan ini satu kabupaten saja 10 ribu. Kalau kemudian kabupaten yang lain, misalnya sampai 20 ribuan, dalam waktu yang begitu pendek, kalau tidak dimanajemen bersama dengan baik, itu jadi masalah,” katanya.

Menurutnya, kedatangan jamaah juga menjadi peluang untuk menggerakkan UMKM dan perekonomian masyarakat Solo.

“Terutama adalah UMKM. Kalau tidak dimanajemeni yang baik dan bersama-sama antara Karaton dengan pemerintah kota dan unsur terkait, kedatangan mereka bisa menjadi masalah. Tapi kalau komunikasi dan manajemennya baik, itu bisa diberdayakan,” ujar KPH Eddy.

Pemkot Surakarta menyiapkan sejumlah fasilitas, seperti tenda, toilet portable, air, CCTV dan area istirahat. Pemkot juga berkoordinasi dengan TNI-Polri serta menyiapkan derek dan Satgas Parkir.

“Tenda-tenda ini untuk melayani kedatangan tamu dan jamaah yang akan mengikuti Haul Solo,” ujar Respati Ardi.

Sementara itu, keluarga besar PB XII juga menyiapkan rangkaian tradisi setelah pelaksanaan haul. Tahlilan haul PB XII digelar di Siti Hinggil Utara Karaton Surakarta pada Minggu 4 Oktober 2026, dilanjutkan sadranan di Pajimatan Imogiri, Bantul, Senin 5 Oktober 2026.

“Kalau keluarga besar biasanya datang semua. Yang sudah terbiasa sekitar 400,” kata Braj. Lung Ayu.

KPH Eddy menilai momentum haul juga dapat menjadi sarana memperkenalkan kebudayaan Solo kepada jamaah dari berbagai daerah.

“Kita juga harus mengedukasi masyarakat kita supaya mereka mau belajar tentang kebudayaan kita, bagaimana hubungan antara budaya, bagaimana kita melakukan dialog dengan yang lain. Itu mesti berinteraksi secara baik,” tutur KPH Eddy. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....