Polresta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Haul Habib Ali di Kawasan Pasarkliwon
- 01 Okt 2026 21:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Polresta Surakarta bersama Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama rangkaian Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan akan ditutup menyesuaikan kondisi arus lalu lintas dan pergerakan jemaah.
Kabagops Polresta Surakarta Kompol Dhadhag Anindito mengatakan personel mulai ditempatkan untuk melakukan patroli dan pemantauan. Penutupan sejumlah ruas jalan akan diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan akibat pergerakan jemaah dan kendaraan.
“Dengan Dishub juga ada rekayasa lalu lintas. Ada beberapa jalur yang ditutup. Mulai hari ini kami tempatkan personel untuk patroli, kemudian besok ada penutupan jalur di sekitar lokasi,” kata Dhadhag.
Menurutnya, jumlah jemaah yang mengikuti rangkaian kegiatan diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang selama tiga hari. Kondisi tersebut membuat pengaturan arus kendaraan dan lokasi parkir menjadi bagian penting dalam pengamanan.
Petugas nantinya disiagakan untuk mengatur pergerakan kendaraan serta mengantisipasi penumpukan di ruas jalan sekitar kawasan Pasar Kliwon dan lokasi kegiatan.
Dhadhag meminta masyarakat Surakarta maupun jemaah yang akan mengikuti haul mencari informasi mengenai rekayasa lalu lintas sebelum melintas di kawasan tersebut. Informasi dapat diperoleh melalui media sosial maupun petugas di lapangan.
“Kami mengimbau warga Surakarta maupun jemaah agar tetap mencari informasi melalui media sosial ataupun di lokasi terkait pengalihan arus lalu lintas. Sehingga paham betul lokasi mana saja yang ditutup,” ungkapnya.
Selain memperhatikan rekayasa lalu lintas, jemaah diminta menggunakan lokasi parkir yang telah disiapkan. Pengaturan tersebut diperlukan agar kendaraan tidak menumpuk di badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Polisi juga mengingatkan jemaah dan masyarakat untuk mewaspadai potensi tindak pidana di tengah kerumunan. Aspek kesehatan juga menjadi perhatian karena kegiatan melibatkan banyak orang dalam satu kawasan.
“Antisipasi terhadap pelaku tindak pidana juga perlu diperhatikan. Kemudian ketika terjadi perkumpulan masyarakat, aspek kesehatan juga perlu diantisipasi,” tegas Dhadhag.
Untuk mendukung pelayanan kesehatan, koordinasi dilakukan dengan fasilitas kesehatan dan rumah sakit rujukan. Rumah Sakit Kustati juga menyiapkan skema pelayanan bagi jemaah yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut selama kegiatan haul.
Dhadhag mengatakan jemaah yang membutuhkan rujukan tetap dapat dikoordinasikan dengan rumah sakit tersebut. Sementara pengaturan terhadap rujukan pasien dari luar kegiatan haul dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien.
“Rujukan dari jemaah atau peserta haul tetap diterima di sana. Jadi kalau ada jemaah yang membutuhkan rujukan, tetap kami koordinasikan dengan rumah sakit,” ujarnya. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....