DPRD Solo Minta Proyeksi Bisnis Pedaringan setelah Suntikan Modal
- 02 Okt 2026 18:00 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - DPRD Kota Surakarta meminta penjelasan lebih lanjut mengenai proyeksi hasil penyertaan modal kepada Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan yang direncanakan sebesar Rp7,5 miliar. Penyertaan modal tersebut masuk dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Surakarta Tahun Anggaran 2028.
Pembahasan Raperda tersebut dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Kota Surakarta, Rabu, 30 September 2026. Fraksi PDI Perjuangan menyoroti proyeksi keuntungan usaha serta pemanfaatan aset Perumda setelah mendapatkan tambahan modal dari APBD.
Pandangan Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Sagita Puspita Wiranata menyebut tambahan modal diperlukan untuk memperluas infrastruktur pergudangan dan memperkuat modal kerja perdagangan. Namun, DPRD meminta adanya penjelasan mengenai hasil yang akan diperoleh dari penyertaan modal tersebut.
Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan profit dari jasa sewa gudang saat ini serta proyeksinya dalam lima tahun setelah penyertaan modal Rp7,5 miliar diberikan. Hal serupa juga ditanyakan terhadap profit usaha perdagangan dan usaha lainnya beserta proyeksinya untuk lima tahun mendatang.
“Kami memandang perlu mendapatkan penjelasan yang lebih lanjut mengenai proyeksi hasil dari penyertaan modal tersebut termasuk pemanfaatan dan pengelolaan aset Perumda,” kata Sagita.
Selain proyeksi keuntungan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti pemanfaatan aset Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan. Salah satu aset tersebut saat ini digunakan untuk pembangunan sebuah gedung museum yang menurut fraksi perlu mendapat penjelasan karena berkaitan dengan akta pendirian Perumda.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan penyertaan modal tahun 2028 memang disiapkan untuk mendukung operasional dan pengembangan Perumda Pedaringan. Penguatan modal juga diarahkan untuk infrastruktur pergudangan serta unit aneka usaha yang bergerak di bidang perdagangan.
“Nanti untuk infrastruktur pergudangan dan juga penyertaan modal untuk operasional optimalisasi karena di unit aneka usaha ini kan juga perdagangan di dalamnya jadi untuk modal-modal banyak yang di bisa dioptimalkan misalnya kemarin juga ada produksi beras salak ada produksi juga ATK,” jelas Astrid.
Menurut Astrid, pengembangan unit usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja Perumda Pedaringan. Ia menyebut saat ini usaha yang telah berjalan dan memberikan nilai ekonomi positif antara lain SPBU.
Astrid berharap tambahan modal yang direncanakan melalui APBD 2028 dapat membuat berbagai potensi usaha di bawah Perumda Pedaringan berkembang lebih optimal. Dengan penguatan tersebut, BUMD diharapkan mampu menjalankan lebih banyak kegiatan usaha dan memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah. (Ryan Assyidiqi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....