Festival Wayang Kayu Nusantara Hadirkan Inovasi Wayang Purwa.

  • 02 Okt 2026 18:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Melalui program Dana Indonesia tahun 2025, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Panggung Wayang Festival Wayang Kayu Nusantara.

Sutradara sekaligus Pemilik Sanggar Wayang , Gogon mengatakan pagelaran ini menghadirkan inovasi wayang purwa berbahan kayu yang dibuat pipih dan dapat digerakkan seperti wayang kulit. Menariknya pewarnaan wayang menggunakan teknik batik yang dirancang lebih tahan terhadap perubahan cuaca.

"Wayang Purwa biasanya dipakai memakai bahan kulit. Lah ini saya punya ide untuk membuat Wayang Purwa tetapi bahannya dari kayu. Jadi semuanya pipih, bisa digerakkan, jadi nanti untuk pertunjukan kita memakai wayang kayu tadi, “ ujar Gogon kepada rri.co.id Jumat 2 Oktober 2026.

Festival yang berlangsung sejak 28 September hingga malam ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan. Masyarakat juga dapat menyaksikan pameran serta mengikuti workshop pembuatan wayang kayu.

Puncak acara digelar nanti malam di Kampung Seni dan UMKM Asri Kentingan Jebres Solo menghadirkan lakon "Rajamala Tolak Balak" yang memadukan lima elemen seni dalam satu panggung. Mulai dari wayang orang , seni tari, wayang golek, wayang kayu, hingga wayang kulit.

Pertunjukan didukung tata panggung bertingkat dan tiga layar berukuran besar. Seluruh rangkaian festival dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

"Lakon Rajamala itu kisah dari pewayangan kami gabungkan dengan sejarah, karena di Kota Solo ini kan berkaitan dengan kapal Rajamala."ujar Gogon lebih lanjut .

Festival Wayang Kayu Nusantara juga melibatkan seniman muda serta anak-anak dari tingkat TK hingga SMA. Keterlibatan generasi muda ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan seni tradisi di tengah perkembangan hiburan digital.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Restu Gunawan dijadwalkan membuka kegiatan. Acara juga dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta.

Penyelenggara berharap pemanfaatan ruang publik melalui pagelaran budaya ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Festival diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....