Pemkot Solo Tunggu Arahan KLH untuk Akhiri Open Dumping TPA Putri Cempo

  • 01 Okt 2026 11:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Solo masih menunggu arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menindaklanjuti rencana pengakhiran praktik open dumping di TPA Putri Cempo. Kebakaran yang terjadi di TPA berdampak pada sejumlah rencana teknis yang sebelumnya telah disiapkan pemerintah kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, mengatakan Pemkot Solo telah melaporkan kondisi TPA Putri Cempo kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Sejumlah arahan dari pemerintah pusat juga telah ditindaklanjuti, termasuk persiapan rencana dan anggaran.

Herwin mengatakan kebakaran yang terjadi membuat pelaksanaan sejumlah perencanaan teknis perlu disesuaikan kembali. Pemkot Solo akan berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Karena terjadi kebakaran, kami juga akan melakukan konsultasi lagi bagaimana menindaklanjuti perencanaan-perencanaan yang secara teknis pelaksanaannya terdampak dari kejadian kebakaran kemarin,” ujarnya, Senin 28 September 2026.

Menurut Herwin, Pemkot Solo berharap mendapatkan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait langkah teknis menuju pengakhiran open dumping. Ia menegaskan proses persiapan menuju kebijakan tersebut telah dilakukan secara serius oleh pemerintah kota.

Di sisi lain, DLH Solo masih melakukan pendinginan di kawasan TPA Putri Cempo setelah kebakaran. Pendinginan dilakukan melalui penyiraman dan metode injeksi untuk mencegah munculnya kembali titik api maupun asap.

Herwin menjelaskan metode injeksi menggunakan pipa sekitar 1,5 meter yang ditancapkan ke timbunan sampah. Air dialirkan melalui pipa tersebut agar pembasahan menjangkau bagian bawah serta sisi timbunan.

Selain penanganan di TPA, pemerintah kota mendorong pengelolaan sampah di tingkat lingkungan untuk mengurangi beban pengelolaan di TPA. Seluruh kelurahan telah menyiapkan perencanaan pengelolaan sampah secara komunal, terutama bagi warga yang belum mampu melakukan pemilahan dan pengolahan secara mandiri.

“Seluruh kelurahan sudah menyiapkan perencanaan untuk pengelolaan yang dilakukan secara komunal terutama untuk memfasilitasi warga yang belum mampu melakukan pemilahan dan pengelolaan secara mandiri,” ucapnya

Herwin mengatakan pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat juga terus berkembang. Sejumlah lingkungan telah menyiapkan fasilitas agar warga dapat melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara bersama-sama.

Sementara itu, operasional PLTS di TPA Putri Cempo telah berjalan, tetapi belum normal karena masih menyesuaikan dengan proses penanganan kebakaran. Penerimaan sampah ke TPA juga masih dilakukan secara terbatas sebagai bagian dari pengendalian. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....