Pendinginan TPA Putri Cempo, DLH Solo Gunakan Metode Injeksi

  • 01 Okt 2026 10:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo masih melakukan pendinginan di TPA Putri Cempo setelah kebakaran terjadi dua kali. Pendinginan dilakukan dengan penyiraman dan metode injeksi untuk mencegah munculnya kembali titik api dan asap.

Kepala DLH Kota Solo, Herwin Tri Nugroho, mengatakan kondisi api di permukaan saat ini sudah terkendali. Namun, pemadaman total masih membutuhkan air hujan agar air dapat meresap hingga lapisan bawah timbunan sampah.

Herwin menjelaskan, tim gabungan terus memantau titik asap yang muncul di kawasan TPA. Setiap titik asap yang terdeteksi langsung ditangani, sementara area yang sebelumnya telah dipadamkan kembali dibasahi dan didinginkan.

“Kalau muncul titik asap kita serang, terus nanti muncul titik asap lagi kita serang, sambil area-area yang sebelumnya sudah kita pasang injektor terus kita lakukan pembasahan agar tidak muncul titik asap baru,” katanya, Senin 28 September 2026.

Metode injeksi dilakukan menggunakan pipa sepanjang sekitar 1,5 meter yang memiliki lubang di sisi kanan dan kiri. Pipa tersebut ditancapkan ke timbunan sampah, kemudian dialiri air sehingga pembasahan dapat menjangkau bagian bawah dan sisi timbunan.

“Injektor itu jadi kayak pipa panjangnya kira-kira 1,5 meter. Jadi pipa tajam gitu terus kanan kirinya ada lubang-lubangnya. Terus dimasukkan selang selangnya air itu. Jadi kan dia merata, jadi nggak hanya ke bawah tapi ke kanan ke kiri gitu,” ucapnya.

Menurut Herwin, metode tersebut diterapkan di seluruh blok untuk menjaga area tetap basah dan mencegah munculnya titik api maupun asap baru. Pada pagi hari saat wawancara dilakukan, masih ditemukan sejumlah titik asap yang langsung ditangani oleh tim.

Herwin mengatakan air hujan menjadi metode yang paling efektif untuk membantu proses pemadaman hingga bagian bawah timbunan. Sementara itu, area yang titik apinya telah berhasil dipadamkan tetap dilakukan penyiraman dan pembasahan sebagai bagian dari proses pendinginan.

“Kita masih membutuhkan hujan, karena kalau air hujan itu kan nembusnya bisa sampai ke bawah, bisa memadamkan betul yang di lapisan bawah,” katanya.

Terkait penghentian praktik open dumping, DLH Solo telah melaporkan kondisi pascakebakaran kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Pemerintah Kota Solo juga telah menindaklanjuti sejumlah arahan serta menyiapkan perencanaan dan anggaran untuk mendukung pengakhiran open dumping.

Herwin menambahkan, PLTS di kawasan TPA Putri Cempo sudah beroperasi, tetapi belum berjalan normal karena masih menyesuaikan dengan proses pemadaman. Penerimaan sampah ke TPA juga masih dibatasi sebagai bagian dari pengendalian selama proses penanganan berlangsung. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....