Komik Strip Sarpo Pulut Potret Realitas Sosial Warga Lewat Humor Satir
- 30 Sep 2026 20:18 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Mengonsumsi komik kerap kali tidak sekadar menjadi hiburan pengisi waktu luang bagi masyarakat. Di tangan komikus yang tepat, medium visual ini mampu menghadirkan cerita menggelitik sekaligus menyentil isu sosial-politik yang tengah ramai diperbincangkan warga, seperti yang dilakukan oleh Dody Yudo Winarto lewat komik strip Sarpo Pulut.
Pria kelahiran tahun 1982 yang menetap di Kota Surakarta semenjak menempuh pendidikan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini konsisten menghadirkan humor satir.
Melalui akun media sosial miliknya, karya digital yang rutin dirilis setiap hari Selasa tersebut sukses menggaet puluhan ribu pengikut yang merasa terwakili oleh ceritanya.
"Isinya komedi sehari-hari sama kadang menyentil peristiwa yang lagi viral. Rata-rata satu cerita terdiri dari empat panel, jadi sekali baca langsung selesai ceritanya. Inspirasinya dari komik-komik di koran edisi Minggu zaman dulu," ujar Dody saat menceritakan proses kreatifnya, Rabu, 30 September 2026.
Salah satu cerita satir yang sangat lekat dengan keseharian masyarakat adalah fenomena petugas parkir liar yang menaikkan tarif secara sepihak.
Dalam salah satu serinya, Dody menggambarkan seorang petugas parkir yang mencoret nominal tiket, yang kemudian dibalas oleh karakter Sarpo dengan membayar menggunakan uang yang nominalnya juga ikut dicoret.
Selama lebih dari satu dekade perjalanannya sejak 2014, Dody mengaku bank ide cerita Sarpo Pulut seakan tak pernah kering berkat kebiasaannya mencatat peristiwa viral di gawai.
Pembuatan satu komik strip tersebut kini sepenuhnya dikerjakan secara digital dengan memakan waktu pengerjaan sekitar dua jam.
"Saya banyak terpengaruh dari komik Eropa, terutama Spirou sama Tintin. Kebetulan komik pertama yang saya baca waktu masih TK dulu itu Tintin, jadi gaya visual dari bacaan masa kecil itu masih terbawa sampai sekarang," katanya.
Buku kompilasi Sarpo Pulut serta karya visual Dody lainnya bahkan turut dipamerkan dalam ajang pameran satu dekade Ikatan Komikus Solo (Ikilo) di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo pada 25-27 September 2026.
Lewat pameran tersebut, Dody membuktikan kritik sosial tidak harus selalu disampaikan dengan urat leher yang menegang, melainkan cukup dirayakan lewat tawa jenaka. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....