Ion Network Buka Data Center di Solo, Jadi Pusat Layanan Jateng
- 30 Sep 2026 17:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Ion Network membuka Data Center di Solo, Rabu 30 September 2026, sebagai cabang kelima perusahaan. Fasilitas ini ditujukan memperkuat infrastruktur internet dan layanan teknologi informasi bagi pelanggan korporasi.
VP Regional 2 Jawa Tengah-DIY Ion Network, Irianita Rahardianti, mengatakan Solo dipilih karena berada di posisi strategis untuk menjadi pusat layanan di Jawa Tengah. Selain itu, fasilitas Data Center Solo menggunakan gedung milik perusahaan sehingga mendukung keberlanjutan operasional.
Irianita mengatakan Data Center Solo menjadi cabang kelima setelah fasilitas perusahaan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. “Karena memang tersenter untuk kawasan Jawa Tengah itu kan paling senter itu Solo,” ujar Irianita.
Layanan Data Center Solo menyasar pelanggan enterprise atau korporasi besar. Perusahaan juga menyiapkan layanan infrastruktur, perangkat, dan managed service sesuai kebutuhan pelanggan.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Demak, Harso Gutomo, mengatakan pihaknya telah menggunakan layanan Ion Network sejak 2025. Kerja sama tersebut sebelumnya diawali paparan perusahaan pada November 2024 dan berlanjut melalui kerja sama layanan.
Harso menilai keberadaan backbone milik sendiri dan Data Center menjadi nilai tambah dalam memilih penyedia layanan internet. Menurutnya, penggunaan backbone sendiri dapat memberikan efisiensi dibandingkan penyedia yang masih menggunakan backbone milik perusahaan lain.
"Ion punya inovasi, punya backbone sendiri. Nah, itu. Apalagi kalau di sini punya inovasi, memiliki data center itu sebuah nilai plus tersendiri sebagai penyelenggara penyedia layanan internet," katanya.
Sekretaris Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Tengah, Sajiyanto, mengatakan keberadaan Data Center Ion Network di Solo dapat dimanfaatkan penyedia layanan internet dan pemerintah daerah. Perangkat yang berada di wilayah Jawa Tengah dapat menggunakan fasilitas tersebut sebagai lokasi server.
Sajiyanto mengatakan keberadaan data center di Solo juga membuka peluang pengembangan ekosistem internet di Jawa Tengah. Ia menilai kebutuhan layanan internet masih luas, terutama di sejumlah wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur jaringan.
"Dengan adanya data center ion di sini itu sangat membantu teman-teman dan pemerintah daerah mungkin untuk perangkat-perangkat yang ada di sekitar Jawa Tengah kan bisa server di data center ini memanfaat kan itu," katanya.
Ia menambahkan, APJII mencatat masih terdapat sekitar 20 persen wilayah yang menurut perkiraannya belum tersentuh layanan internet secara optimal. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi keterbatasan infrastruktur dan tingginya biaya pembangunan jaringan di sejumlah daerah. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....