Dari Kebun Melon, Siswa TKII Al Abidin Belajar Berpikir Logis

  • 27 Sep 2026 13:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Siswa Kindergarten B (EY3) TKII Al Abidin Surakarta belajar mengenal computational thinking melalui kegiatan pembelajaran di Kebun Mitra Melon, Kartasura, Sukoharjo, Jumat 25 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi puncak pembelajaran Block 2 Cambridge Curriculum bertema Farm and Being Outside.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak melihat tanaman melon, tetapi juga belajar mengamati, membandingkan, mengukur, mengenali pola, dan memahami proses secara berurutan. Pembelajaran dilakukan melalui pengalaman langsung di lingkungan kebun sehingga siswa dapat melihat dan menyentuh objek yang sebelumnya dipelajari di kelas.

Setibanya di kebun, siswa mengamati tanaman melon secara langsung dan mengenal bagian-bagian tanaman. Mereka juga memperhatikan bentuk dan ukuran buah serta melihat proses pertumbuhan melon hingga siap dipanen.

Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas matematika dan sains sederhana melalui pengukuran dan penimbangan buah melon. Anak-anak menggunakan pita meteran untuk mengukur diameter buah dan timbangan untuk mengetahui berat melon.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mengenal ukuran, berat, dan perbandingan sekaligus memahami hasil pengamatan mereka. Konsep computational thinking kemudian diperkenalkan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Computational thinking tidak harus selalu menggunakan komputer. Anak-anak bisa belajar berpikir secara runtut melalui hal-hal sederhana yang mereka temui sehari-hari," ujar Kepala TKII Al Abidin Surakarta, Rusdi Ana Lutfi, S.S.I.

Menurut Rusdi, kegiatan di kebun memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mengamati, membandingkan, mengukur, dan memahami sebuah proses. Anak-anak juga diajak mengenali perbedaan, mengelompokkan, menemukan pola, serta mengurutkan proses pertumbuhan tanaman.

Selain melatih kemampuan berpikir, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar mandiri. Mereka mengikuti kegiatan bersama guru tanpa didampingi orang tua, sekaligus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, mengikuti arahan, berkomunikasi dengan teman, dan mencoba berbagai aktivitas secara langsung.

Pengalaman belajar semakin menyenangkan ketika anak-anak mendapat kesempatan mencicipi melon segar yang baru dipetik. Setelah mengamati tanaman dan mengenal proses pertumbuhannya, mereka dapat menikmati langsung hasil dari tanaman yang menjadi objek eksplorasi selama kegiatan.

Bagi TKII Al Abidin Surakarta, pembelajaran tersebut menjadi bagian dari penerapan Cambridge Curriculum yang memberikan ruang bagi anak untuk belajar melalui pengalaman nyata. Lingkungan sekitar juga dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir anak. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....