Produksi Sorgum Wonogiri Naik, Petani Mulai Diuntungkan Pasar
- 30 Sep 2026 09:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Produksi sejumlah komoditas pangan non-beras di Kabupaten Wonogiri menunjukkan perkembangan berbeda sepanjang 2025. Produksi ubi kayu mengalami penurunan, sementara jagung dan sorgum justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wonogiri, Tiningsih, S.P, M.Si, menyebut produksi ubi kayu pada 2025 mencapai 502.309 ton. Angka itu turun dibandingkan 2024 yang mencapai 522.246 ton.
Penurunan produksi ubi kayu terjadi akibat berkurangnya luas panen. Kondisi berbeda terjadi pada jagung yang produksinya meningkat dari 270.986 ton pada 2024 menjadi 323.516 ton pada 2025.
“Kenaikan karena adanya peningkatan luas panen dan provitas,” ujarnya kepada RRI, Selasa 29 September 2026.
Kenaikan lebih besar terlihat pada komoditas sorgum. Produksi sorgum yang pada 2024 hanya mencapai 39 ton meningkat menjadi 126 ton pada 2025.
Tiningsih menjelaskan peningkatan produksi sorgum tersebut dipengaruhi bertambahnya luas panen dan meningkatnya produktivitas.
Dari sisi harga, sorgum juga dinilai memiliki prospek cukup menarik bagi petani. Saat ini harga jual sorgum berada di kisaran Rp10.000 per kilogram.
“Untuk sorgum harga jual saat ini sekitar Rp. 10.000,-, harga ini sudah cukup menguntungkan bagi petani, namun harga jual sorgum ini sifatnya fluktuatif tergantung permintaan pasar,” katanya.
Sementara itu, harga ubi kayu saat ini berada di kisaran Rp1.500 hingga Rp2.000. Menurut Tiningsih, perlu dilakukan analisis usaha oleh Dinas Pertanian untuk memastikan tingkat keuntungan yang diterima petani dari harga tersebut.
Peningkatan produksi sorgum menjadi salah satu peluang untuk memperluas sumber pangan alternatif di Wonogiri. Pemkab berharap penanaman sorgum dapat berkembang dari Kecamatan Wuryantoro ke wilayah lain, terutama Wonogiri bagian Selatan. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....