Mesin Pencacah Perkuat Pengelolaan Sampah Organik Desa Selasari

  • 30 Sep 2026 09:17 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pengelolaan sampah organik di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, didorong semakin produktif melalui pemanfaatan teknologi tepat guna. Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) memperkenalkan sekaligus mendemonstrasikan penggunaan mesin pencacah sampah organik kepada masyarakat.

Menurut rilis yang diterima RRI, Selasa 29 September 2026, kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Selasari. Sosialisasi diikuti jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat sebagai bagian dari upaya memperkuat program Bank Sampah yang telah berjalan di Desa Selasari.

Mesin pencacah tersebut dirancang untuk mengolah berbagai limbah organik, mulai dari sisa hasil pertanian, dedaunan hingga sampah dapur. Sampah yang sebelumnya berukuran besar dapat dicacah menjadi material lebih halus sehingga proses pengomposan dapat berlangsung lebih cepat.

Ketua Bank Sampah sekaligus Kepala Dusun Cikadu, Desa Selasari, Aris Kusmawan mengatakan, kehadiran mesin pencacah menjadi tambahan sarana bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik.

"Mesin ini sangat membantu masyarakat dalam mengolah sampah organik. Sampah yang sebelumnya sulit diolah bisa dicacah terlebih dahulu sehingga lebih mudah dimanfaatkan untuk kompos," ujar Aris.

Menurutnya, pemanfaatan mesin tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga agar tidak hanya membuang sampah, tetapi mulai memilah dan mengolahnya sejak dari rumah.

"Kami berharap masyarakat semakin terbiasa memilah sampah dari rumah. Sampah organik bisa dimanfaatkan dan tidak langsung dibuang begitu saja," ucapnya.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN UNS tidak hanya memberikan penjelasan mengenai cara kerja mesin, tetapi juga melakukan demonstrasi langsung. Dedaunan dan sejumlah limbah rumah tangga dimasukkan ke dalam mesin hingga berubah menjadi material yang lebih halus dan siap diproses menjadi kompos.

Aris menambahkan, keberadaan teknologi sederhana tersebut dapat memperkuat aktivitas Bank Sampah sekaligus mendorong warga menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

"Ini menjadi langkah yang baik untuk mendukung Bank Sampah. Kami ingin pengelolaan sampah ini bisa terus berjalan dan menjadi kebiasaan masyarakat," katanya.

Pemanfaatan mesin pencacah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Teknologi tersebut ditargetkan dapat digunakan masyarakat secara praktis dalam pengelolaan sampah organik sehari-hari, sekaligus mendukung upaya Desa Selasari menjaga lingkungan sebagai kawasan yang bersih dan asri. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....