Dari Workshop ke CFD, Siswa SMP ABBS Surakarta Belajar Jadi Entrepreneur Muda

  • 28 Sep 2026 20:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebanyak 145 siswa kelas 8 SMP ABBS Surakarta mengikuti kegiatan ko-kurikuler bertema entrepreneurship pada 26–27 September 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal proses berwirausaha, mulai dari mengembangkan ide hingga berinteraksi dengan konsumen.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari dengan dua agenda utama. Pada Sabtu 26 September 2026, siswa mengikuti workshop wirausaha bersama alumni SMP ABBS Surakarta yang kini menekuni dunia bisnis.

Melalui sesi berbagi pengalaman, siswa mendapatkan gambaran mengenai proses mengembangkan ide menjadi peluang usaha. Mereka juga belajar mengenali tantangan dalam membangun usaha, melayani pelanggan, menjaga konsistensi, serta keberanian untuk mencoba.

Ketua panitia kegiatan, Musfiq, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar mengenalkan dunia usaha kepada siswa. Menurutnya, siswa juga perlu mendapatkan pengalaman nyata agar memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengalaman kepada siswa tentang bagaimana proses berwirausaha, mulai dari menemukan ide, menyiapkan produk, menentukan cara pemasaran, hingga berinteraksi langsung dengan konsumen," katanya.

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga diarahkan untuk melatih keberanian, kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab siswa dalam menjalankan usaha. Pengalaman tersebut kemudian dilanjutkan pada hari kedua melalui praktik jual beli secara langsung di Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi, Surakarta.

Pada Minggu 27 September 2026, siswa bersama kelompoknya membawa dan menawarkan beragam produk makanan kepada masyarakat yang berada di kawasan CFD. Mereka belajar menawarkan produk, menjelaskan keunggulan makanan, menarik perhatian pembeli, melayani konsumen, hingga menghitung hasil penjualan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, dan pengambilan keputusan. Mereka juga belajar keluar dari zona nyaman dengan menawarkan dagangan kepada masyarakat yang sebelumnya tidak mereka kenal.

Kepala SMP ABBS Surakarta, Arif Hidayat, mengatakan sekolah mendukung kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Menurutnya, proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman menghadapi situasi nyata.

"Pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui kegiatan seperti entrepreneurship ini, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi nyata, bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan bertanggung jawab terhadap tugas mereka," ucapnya.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMP ABBS Surakarta menghadirkan pembelajaran ko-kurikuler yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa. Melalui kegiatan entrepreneurship, siswa tidak hanya belajar jual beli, tetapi juga mengembangkan sikap kreatif, mandiri, komunikatif, kolaboratif, dan berani mencoba. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....