Kebakaran Pasar Klitikan, Pedagang Kehilangan Aset Puluhan Juta
- 22 Sep 2026 14:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kebakaran di lantai 2 Pasar Klitikan Notoharjo, Kota Surakarta, Selasa 22 September siang menghanguskan sebagian besar barang dagangan milik Suliaji, pedagang barang antik yang kiosnya terdampak. Suliaji menyebut kerugian cukup besar karena barang yang terbakar terdiri dari stok lama dan barang yang baru dibelinya.
Saat kebakaran terjadi, dirinya berada di sekitar kios untuk memasukkan barang dagangan. Ia menyebut api muncul setelah percikan dari aktivitas pengelasan mengenai stok bensin dan kemudian merambat ke bagian kiosnya.
Kios miliknya berada di depan lokasi sumber api. Api kemudian masuk ke kios setelah tangki terdorong dan mengenai pintu hingga terbuka.
Suliaji mengatakan barang yang terbakar antara lain barang berbahan kristal dan televisi lama. Barang-barang berbahan kristal, menurutnya, mudah pecah ketika terkena panas dan api.
"Barang saya itu kristal-kristal. Kalau kristal kena api, tidak lama langsung pecah-pecah, hancur. Sama Sanyo, TV-TV lama juga ada," kata Suliaji, saat ditemui rri.co.id, Selasa 22 September 2026.
Terkait nilai kerugian, Suliaji mengatakan sebagian modal untuk mengisi barang di kios tersebut berasal dari uang pinjaman sekitar Rp50 juta. Dari dana tersebut, sekitar Rp30 juta digunakan untuk mengisi barang di kios, sementara masih terdapat stok barang lama yang belum terjual.
"Uang pinjaman baru cair sekitar 50 (juta rupiah). Tak isi ke situ hanya 30 (juta rupiah). Tapi sisa barang lama kan masih banyak. Sisa-sisa yang di kios itu kan masih banyak," katanya.
Ia juga menyebut pembelian barang dagangan dalam kurun hampir tiga bulan terakhir berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp25 juta. Namun, Suliaji belum dapat memastikan total nilai kerugian akibat kebakaran karena masih banyak stok lama yang ikut terbakar.
Suliaji mengatakan hampir seluruh barang di kiosnya tidak dapat diselamatkan dari kebakaran. Barang yang tersisa sebagian besar hanya berupa besi-besi yang sudah terbakar.
"Barangnya enggak ada yang bisa diselamatkan kecuali besi ini, besi besi yang sudah kebakar itu," katanya.
Suliaji yang telah berjualan di Pasar Klitikan sejak sekitar tahun 2000-an berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap pedagang yang terdampak kebakaran. Ia menyebut kondisi tersebut menjadi beban karena modal usahanya juga berasal dari pinjaman. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....