Warga Ngringo Jadi Korban Kapal Virgo 8, Camat Jaten Bantu Pantau Pencarian
- 18 Sep 2026 19:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar bergerak cepat membantu memantau perkembangan proses pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Virgo delapan. Camat Jaten, Dahono, membantu memantau secara intensif perkembangan proses pencarian para korban insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo 8 rute Surabaya–Banjarmasin.
Selain terus berkoordinasi dengan jajaran terkait, Camat Jaten bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Penjabat (Pj) Kepala Desa Ngringo mendatangi kediaman keluarga korban di Perumahan Griya Pesona Ngringu Indah 2, Dusun Karangrejo, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Camat Jaten menceritakan awal mula pihaknya menerima kabar musibah tenggelamnya kapal kargo tersebut pada Minggu 13 Septmber 2026 malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pihaknya langsung menginstruksikan jajaran pemerintah desa untuk menyisir dan memastikan keberadaan alamat keluarga korban di wilayahnya.
Camat Jaten, Dahono, menyampaikan jajaran pemangku wilayah berkomitmen membantu memantau perkembangan informasi sekaligus hadir memberikan penguatan mental kepada keluarga.
"Malam Senin itu sekitar jam 10.00 malam saya sudah mendapat kabar terkait dengan tenggelamnya Kapal Virgo 8 di mana salah satu korban di dalamnya warga Ngringo. Kemudian saya call dengan Bu Pj Kepala Desa, karena itu sudah malam, besok pagi setelah apel pagi kita negara harus hadir, kalau orang Jawa ngabarke (menyampaikan kabar dan empati)," ujar Camat Jaten, Dahono, Jumat 18 September 2026.
Dahono menjelaskan, salah satu warga yang terdata dalam manifes kapal tersebut adalah seorang pemuda bernama Jofan. Saat dilakukan peninjauan ke rumah korban, orang tua kandungnya, Totok, sedang berada di Surabaya dan Labuan guna memantau langsung pencarian di lapangan.
"Pak Totok selaku orang tua kandung dari Jofan berada di Surabaya, saya video call beliau di Labuan. Kemudian saya perintahkan ke Bu Pj Kades dipantau terus perkembangannya dan koordinasi terkait," ujar camat.
Dari hasil pengawasan dan pemantauan lanjutan di lapangan pada Selasa malam, jajaran kecamatan mendapati informasi bahwa warga Desa Ngringo yang berada di atas kapal naas tersebut berjumlah lebih dari satu orang. Pihaknya bersama Pj Kades kemudian menyambangi kediaman keluarga korban lainnya, yakni Pak Bahri.
"Kemarin malam Rabu saya dapat informasi ternyata tidak hanya satu orang, salah satunya ada Pak Bahri. Hari ini saya bersama Bu Pj Kades, Pak Babinsa, dan Pak Bhabinkamtibmas ke rumah Pak Bahri. Kita sampaikan turut—bahasanya apa ya—kalau orang Jawa melu ngerasake (ikut merasakan kesedihan) kalau kita sebagai orang tua putranya belum ada kabar," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Jaten kembali berkomunikasi melalui sambungan video call dengan Totok yang tengah menempuh perjalanan darat naik bus dari Ngawi menuju Ngringo untuk memastikan pemantauan informasi tetap berjalan satu pintu.
"Tadi saya sempat video call juga dengan Pak Totok, bapaknya Jofan. Beliau perjalanan dari Ngawi mau pulang ke Ngringo naik bus. Kita memberikan semangat, karena saya Camat, Pak Kapolsek, Danramil, dan Bu Pj Kades selaku pemangku wilayah harus tahu persis keberadaan warganya, memastikan bahwa itu benar adanya," ucapnya.
Hingga Kamis sore, pihak Pemerintah Kecamatan Jaten bersama Muspika menegaskan bakal terus mengawal dan memantau update penyisiran korban kapal tenggelam dari instansi berwenang.
"Kita terus memantau informasi terkait dengan tenggelamnya Kapal Virgo 8 rute Surabaya–Banjarmasin. Jadi sementara sampai hari ini belum ada titik terang informasi terkait dengan warga saya," ujar Dahono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....