Saudara Kembarnya Jadi Penumpang, Guruh Kaget Tercatat di Manifest KM Virgo

  • 16 Sep 2026 11:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Guruh Adi Pangestu (27), warga Gulon RT 002/RW 019, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, kaget setelah mengetahui namanya tercantum dalam manifest penumpang kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin. Guruh menyebut data dirinya diduga digunakan oleh saudara kembarnya, Guntur Aji Pangestu (27), yang menjadi salah satu penumpang kapal tersebut.

Kapal Virgo Transport 8 yang membawa 243 orang terdiri atas penumpang dan awak kapal dilaporkan hilang kontak dan terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Hingga Selasa, 15 September 2026, keluarga masih menunggu informasi mengenai keberadaan Guntur.

“Kaget juga sih. Kalau datanya dipakai kan istilahnya. Tapi ya apa ya, enggak bisa jelasin saya,” ujar Guruh kepada awak media di kediamannya, Selasa 15 September 2026.

Guruh mengatakan, Guntur selama ini bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi. Menurutnya, penggunaan data dirinya oleh sang adik merupakan kejadian pertama dan ia tidak mengetahui bagaimana data tersebut masuk dalam administrasi perusahaan ekspedisi.

“Sebenarnya kan dulu pernah satu kabin. Kita kan berdua bareng sopir kernet bareng gitu aja. Mungkin istilahnya data saya kan difoto mungkin, pakai gitu,” katanya.

Guruh menjelaskan dirinya memiliki SIM B untuk kendaraan besar, sedangkan Guntur memiliki SIM A. Ia menduga perbedaan tersebut menjadi salah satu kemungkinan data dirinya digunakan dalam administrasi ekspedisi.

“Enggak ganti-gantian SIM. Dia punya SIM sendiri, kalau saya sendiri. Mungkin data di ekspedisi yang dimasukkan punya saya,” ujarnya menjelaskan.

Sementara itu, kakak Guntur dan Guruh, Pandu Priambodo (32), mengatakan Guntur meninggalkan Solo dan berangkat menuju Surabaya pada Kamis 10 September 2026. Pada Sabtu 12 September 2026, Guntur kemudian berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin menggunakan kapal Virgo Transport 8.

Guntur sempat berkomunikasi dengan ibunya pada Sabtu malam ketika mendapatkan sinyal di kapal. Dalam komunikasi tersebut, Guntur berencana mengirimkan sejumlah uang kepada ibunya setelah tiba di Banjarmasin.

“Ibu saya tak tenangin dulu lah ini ya. Baru saya cari informasinya adik saya. Sampai sekarang ini masih dapat infonya korbannya 114 korban yang sudah ditemukan,” kata Pandu kepada awak media di kediamannya, Selasa 15 September 2026.

Pandu mengatakan proses pencarian Guntur masih dilakukan sejak kapal dilaporkan hilang kontak pada Minggu, 13 September 2026. Keluarga berharap segera mendapatkan informasi mengenai keberadaan Guntur. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....