Kerabat Korban KM Virgo Ceritakan Rencana Dua Warga Solo Merantau
- 14 Sep 2026 18:13 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kerabat menceritakan rencana Ahda Dhiyaurrohman dan Aldo Nurahmansyah, dua warga Solo yang hilang setelah KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa. Keduanya diketahui hendak merantau ke Kalimantan untuk bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Kerabat yang mengasuh Ahda sejak kecil, Saryanto, mengatakan hingga Senin 14 September 2026 belum ada kabar mengenai keberadaan Ahda. Sebelum berangkat, Ahda sempat datang ke rumah Saryanto untuk berpamitan hendak bekerja di Kalimantan.
“Belum ada kabar sampai sekarang, kemarin bilangnya mau merantau ke Kalimantan kerja di kelapa sawit,” kata Saryanto saat ditemui di rumahnya.
Saryanto mengatakan Ahda baru pertama kali merantau untuk bekerja ke luar daerah. Sebelumnya, Ahda bekerja di sebuah rumah makan di Palur sebelum mendapat ajakan dari temannya untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.
Menurut Saryanto, kedua orang tua Ahda belum memberikan izin untuk bekerja ke Kalimantan. Keluarga kemudian berupaya mencari informasi mengenai keberadaan Ahda dengan menghubungi kepolisian, termasuk Polres dan pihak di Tanjung Perak.
“Pas naik itu masih video call, berarti kemarin ya. Nggak ngobrol kok, cuma begini, ada-dada di atas geladak itu. ‘Doain ya, Pak,’ gitu,” katanya.
Sementara itu, paman Aldo, Suyono, mengatakan keponakannya berangkat menuju Kalimantan pada Jumat 11 September 2026 bersama sejumlah temannya. Aldo juga baru pertama kali merantau dan diketahui hendak bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.
Suyono mengatakan Aldo berniat bekerja untuk membantu kondisi ekonomi keluarganya. Menurutnya, orang tua Aldo saat ini sudah tidak bekerja sehingga keponakannya berusaha mendapatkan pekerjaan untuk membantu keluarga.
“Ya mungkin sudah lama dia selalu berusaha ingin bekerja. Berusaha bekerja membantu orang tua yang saat ini sudah tidak bekerja orang tuanya Aldo,” katanya.
Suyono mengatakan Aldo mendapat pekerjaan di sektor perkebunan sawit di Kalimantan. Sebelum keberangkatan, ia sempat berpesan kepada Aldo agar meminta doa restu kepada ibunya.
Menurut Suyono, ibu Aldo sebenarnya merasa berat melepas anaknya bekerja jauh di Kalimantan. “Ibunya sendiri mungkin secara hati tidak rela. Kerja di Solo atau Palur, kalau bisa. Cuma anak muda ya tahu sendiri, ada teman-temannya yang lain,” ucapnya.
Hingga Senin 14 September 2026, keluarga Aldo belum memperoleh informasi lanjutan mengenai keberadaannya setelah kapal yang ditumpangi mengalami musibah. Suyono menyebut Aldo berkependudukan di Kepatihan Wetan RT 06/RW 01, Jebres, Solo, dan dikenal sebagai remaja yang baik. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....