Bentuk Karakter sejak Dini, Disdik dan Akademisi Dukung Pembelajaran Life Skill
- 14 Sep 2026 20:16 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mendorong penguatan kecakapan hidup atau life skill agar diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Langkah ini diambil untuk membentuk karakter kemandirian dan rasa tanggung jawab anak sejak dini.
Kebijakan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pengamat Pendidikan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Prof. Siti Supeni.
Menurutnya, penanaman life skill dari jenjang PAUD hingga SMP sangat krusial guna membentengi anak-anak dari ketergantungan gawai serta budaya serba instan yang marak di era digital.
"Jadi konsisten dan komitmen antara orang tua dalam paguyuban murid dengan sekolah itu harus sama. Sekolah ada pembelajaran project based learning untuk kemandirian siswa, tetapi orang tua di rumah juga harus mendampingi dan memantau pembiasaan ini," ujar Prof. Siti Supeni, Senin, 14 September 2026.
Lebih lanjut Prof. Siti menjelaskan, penguatan kecakapan hidup tidak perlu dijadikan mata pelajaran baru yang berdiri sendiri.
Keterampilan dasar seperti merapikan tempat tidur, membersihkan mainan, hingga memilih pola makan sehat dapat diinternalisasikan secara terpadu baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menyambut positif arahan Wali Kota Surakarta.
Pihaknya memastikan bahwa program pembiasaan life skill sejatinya dapat diintegrasikan langsung ke dalam kurikulum pembelajaran serta kegiatan pendukung sekolah yang sudah berjalan saat ini.
"Apa yang disampaikan Pak Wali tinggal kita detailkan dan rincikan ke berbagai kegiatan. Cuma memang proses aktivasi pembiasaan ini tidak akan nampak kalau hanya berjalan di sekolah, karena ini aktivitas harian dari bangun pagi sampai tidur lagi yang butuh konsistensi di rumah," kata Dwi.
Dwi menambahkan setiap tingkatan pendidikan memiliki kebutuhan kecakapan hidup yang berjenjang, mulai dari melatih kemandirian fisik dasar di jenjang PAUD hingga keterampilan praktis di tingkat SD dan SMP.
Sinergi yang erat antara lingkungan sekolah dan keluarga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang matang, mandiri, dan berkarakter kuat. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....