Dapur Batari Solo Produksi 10 Ribu Makanan Siap Santap untuk Korban Bencana NTT

  • 14 Sep 2026 20:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Dapur Koperasi Batik Batari Solo mendapat pesanan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Surakarta untuk menyediakan 10.000 pack makanan siap santap atau Ready-to-Eat (RTE). Makanan tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pengelola Dapur Koperasi Batik Batari Solo, Luluk Mahmudah, mengatakan pesanan pangan olahan tersebut mulai dikerjakan sejak 9 September 2026 dan ditargetkan selesai pada Selasa 15 September 2026. Makanan dikemas menggunakan pouch grenjeng silver sehingga dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak atau disajikan kembali.

Sejumlah menu yang diproduksi antara lain rendang, balado, ayam kentang, dan kari ayam. Luluk menjelaskan makanan siap santap tersebut berbeda dengan makanan siap saji karena konsumen dapat langsung mengonsumsinya setelah kemasan dibuka.

“Ini makanan ready to eat, jadi berbeda dengan makanan siap saji yang masih perlu disajikan. Kalau ini tinggal disobek atau dibuka dan langsung dimakan,” ujar Luluk.

Setelah selesai diproduksi dan dikemas, makanan tersebut akan dikirim dari Solo ke Jakarta sebelum diteruskan ke wilayah NTT untuk program bantuan tanggap darurat penanganan bencana. Dapur Batari dibangun dua tahun lalu untuk membantu UMKM mengolah makanan khas daerah agar memiliki masa simpan lebih panjang dan dapat dipasarkan ke luar daerah hingga mancanegara.

Dalam proses produksinya, makanan disterilisasi menggunakan autoclave pada suhu 121 derajat Celsius selama 30 menit. Setelah proses tersebut, produk dimasukkan ke dalam kolam es untuk membunuh mikroba, seperti bakteri, virus, jamur, hingga spora yang resisten sehingga produk dapat bertahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.

“Jadi memang mainnya suhu, setelah proses di suhu 121 derajat Celsius selama 30 menit, mikroba mati. Produk bisa awet sampai satu tahun tanpa pengawet,” kata Luluk.

Luluk menambahkan, Dapur Batari juga membuka layanan bagi UMKM yang ingin meningkatkan kualitas produk melalui teknologi pengolahan dan pengemasan. Saat ini tercatat kurang dari 100 UMKM telah memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sekitar 50 jenis produk makanan yang telah diproses.

Biaya jasa pengemasan atau produksi dipatok sekitar Rp4.000 per pouch, sedangkan kapasitas minimal satu kali produksi sekitar 150 pack menyesuaikan kapasitas autoclave yang memiliki enam tray. Produk yang diproses melalui Dapur Batari memenuhi persyaratan keamanan pangan dan kehalalan sesuai ketentuan BPOM, sementara selain makanan siap santap, Dapur Batari juga mulai mengembangkan bumbu instan untuk kebutuhan one stop cooking. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....