DLH Surakarta Pastikan Aktivitas Pembuangan Sampah TPA Putri Cempo Masih Diatur
- 14 Sep 2026 16:00 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta bersama UPTD Pengelolaan TPA Sampah Putri Cempo masih memberlakukan pengaturan dan pembatasan pembuangan sampah di TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo.
Skema teknis ini diterapkan guna menjaga kelancaran alur armada pemadam kebakaran. Kepala UPTD Pengelolaan TPA Sampah Putri Cempo, Edi Suparmanto, menjelaskan bahwa volume sampah yang masuk mengalami penurunan drastis hingga hampir separuh dari kondisi normal yang biasanya mencapai 400 ritase per hari.
Pembatasan dilakukan dengan melarang masuk armada gerobak motor sampah (germosa) dan hanya mengizinkan kendaraan roda empat.
Jam operasional dumping juga dibagi ketat, di mana armada pemerintah dilayani pukul 08.00–12.00 WIB dan 14.00–17.00 WIB, sedangkan pihak swasta dibatasi hanya satu rit pada pukul 13.00–17.00 WIB.
"Lokasi dumping masih menggunakan area sementara. Ritase berkurang hampir setengahnya karena armada germosa tidak boleh masuk dan kita batasi hanya untuk kendaraan roda empat," kata Edi Suparmanto saat ditemui di lokasi TPA Puri Cempo pada Minggu, 13 September 2026.
Ditambahkan Edi Suparmanto, skema yang dilakukan ini akan terus berlaku dan berjalan selama ada pemberitahuan dari BPBD, terkait kondisi amannya para kendaraan sampah untuk melakukan pembuangan secara normal seperti biasanya.
"Skema pembatasan jam operasional ini akan terus berlaku sampai aktivitas pemadaman selesai dan ada rekomendasi aman dari BPBD untuk kembali ke posisi normal," kata menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, menyampaikan bahwa sirkulasi alat berat dan penerimaan sampah di TPA Putri Cempo terus disesuaikan agar tidak bersinggungan dengan pergerakan personel serta armada pemadaman.
"Seiring progres pemadaman yang sudah mencapai 95 persen, penataan akhir akan kita percepat agar aktivitas pembuangan sampah segera kembali normal. Namun atas kejadian ini, kami memohon warga Kota Surakarta untuk memasifkan gerakan pilah dan olah sampah organik dari hulu atau sejak dari rumah tangga," ucap Herwin Tri Nugroho.
DLH mengapresiasi para Lurah di Surakarta yang mulai menyiapkan fasilitas pengolahan sampah organik di wilayah masing-masing, sehingga beban pengiriman sampah ke TPA Putri Cempo dapat berkurang selama masa tanggap darurat berlangsung. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....