Pasca Agustusan, Stok Darah di PMI Surakarta Tembus Empat Ribu Kantong
- 03 Okt 2026 18:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Ketersediaan kantong darah di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta terpantau dalam kondisi surplus pascamomentum perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.
Tingginya inisiatif dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta untuk menggelar aksi donor massal menjadi pemicu utama melimpahnya logistik kemanusiaan tersebut.
Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan total cadangan darah yang tersimpan di fasilitas pendingin saat ini menyentuh angka 4.000 kantong.
Jumlah fantastis ini melampaui rata-rata rasio kebutuhan harian rumah sakit yang berada di wilayah pelayanan administrasi Kota Bengawan.
Situasi surplus tingkat tinggi ini juga dipengaruhi oleh terhentinya rutinitas permintaan suplai dari daerah penyangga di sekitar Soloraya.
Kabupaten dan kota tetangga yang biasanya selalu mengandalkan pasokan tambahan dari Kota Surakarta saat ini turut mengalami penumpukan cadangan di wilayahnya masing-masing.
"Kemarin acara 17 Agustus ini banyak sekali instansi mengadakan donor darah. Yang biasanya kami membantu kota kabupaten sekitar, saat ini sudah tidak perlu karena stok mereka juga ikut berlebih," ujar Sumartono, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Merespons membeludaknya cadangan tersebut, manajemen PMI Kota Surakarta wajib menerapkan sistem perputaran logistik secara sangat teliti.
Langkah proteksi ini bersifat krusial guna menghindari risiko pembuangan kantong darah akibat melewati batas maksimal masa simpan yang aman bagi pasien rumah sakit.
"Kami terus menjaga stok agar darah usianya tidak terlalu lama. Walaupun untuk whole blood bisa sebulanan, tapi kalau trombosit kan cuma tiga hari, jadi kami harus mengatur sinkronisasi kebutuhan dengan stok," katanya.
Pergerakan harian antara jumlah kantong yang masuk dengan persentase distribusi ke ruang rawat inap kini dievaluasi secara ketat oleh sistem PMI.
Meskipun pasokan saat ini terjamin aman, Sumartono mengimbau masyarakat untuk menjadikan kegiatan donor darah sebagai agenda rutin guna mengantisipasi kelangkaan tak terduga. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....