Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo Capai 35 Persen, Pemadaman Fokus Blok B

  • 10 Sep 2026 10:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Surakarta, hingga Rabu 9 September 2026 malam mencapai sekitar 35 persen. Pemadaman saat ini difokuskan di Blok B dengan luasan penanganan sekitar 1,1 hektare dari total 3,92 hektare.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan perkembangan tersebut diketahui berdasarkan pemantauan menggunakan drone termal. Sejumlah titik yang sebelumnya terindikasi masih terbakar kini terlihat menghitam, yang menunjukkan api mulai berhasil dilokalisir.

“Progres penanganan kebakaran hari ini menunjukkan hasil yang signifikan, khususnya di area Blok B. Dari pemantauan menggunakan drone termal, di beberapa titik sudah terlihat hitam, ini menandakan api sudah berhasil dilokalisir,” katanya usai rapat koordinasi evaluasi penanganan titik api di TPA Putri Cempo, Rabu.

Menurut Ari, pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan area yang masih membutuhkan penanganan. Pada pukul 21.01 WIB, tim gabungan melaksanakan apel bersama untuk memfokuskan operasi pemadaman di zona Blok B. “Untuk malam ini, setelah apel bersama, tim gabungan fokus melakukan pemadaman di zona B, terutama lereng timur dan sebagian lereng barat,” ujarnya.

Selain pemadaman dari darat, pemerintah juga mempersiapkan modifikasi cuaca untuk membantu proses penanganan kebakaran. Koordinasi terkait rencana tersebut telah dilakukan bersama BNPB dan Lanud.

Ari menyebut bahan untuk pelaksanaan modifikasi cuaca sekitar 6,5 ton telah disiapkan. Pelaksanaan kegiatan tersebut masih menunggu informasi dari BMKG mengenai kondisi cuaca yang mendukung.

“Untuk modifikasi cuaca, sudah dilakukan rapat dengan BNPB dan Lanud. Bahannya sekitar 6,5 ton sudah disiapkan, tinggal menunggu dari BMKG terkait perkiraan cuaca yang mendukung,” ucapnya.

Di sisi lain, BPPTKG turut membantu pemantauan kondisi kawasan terdampak menggunakan drone yang dapat mendeteksi kandungan gas dari sisa kebakaran. Data hasil pemantauan tersebut akan dianalisis untuk mengetahui kondisi di kawasan TPA Putri Cempo.

Ari mengatakan BPPTKG dijadwalkan kembali menerbangkan drone pada Kamis 10 September 2026 untuk memperoleh data tambahan. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan kebakaran secara bertahap.

“BPPTKG juga membantu dengan menerbangkan drone yang dapat mendeteksi kandungan gas yang muncul dari sisa kebakaran. Hasilnya akan dianalisis lebih lanjut dan besok drone akan kembali diterbangkan,” katanya.

Hingga saat ini, kebutuhan air yang telah digunakan dalam proses pemadaman diperkirakan mencapai 3,5 juta liter. Ari menegaskan seluruh unsur yang terlibat akan terus melakukan penanganan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan personel, dengan fokus melokalisir serta memadamkan titik api di Blok B. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....