Baca Berita di RRI, Wawali Astrid Akui Tak Semudah yang Dibayangkan
- 08 Sep 2026 14:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mencoba pengalaman berbeda dengan membacakan berita dalam program Warta Siang Pro 1 RRI Surakarta, Selasa (8 September 2026). Astrid yang selama ini lebih sering menjadi narasumber berita, kali ini berada di balik mikrofon untuk merasakan langsung tugas seorang penyiar berita.
Usai siaran, Astrid mengaku menjadi penyiar berita tidak mudah. Menurutnya, selain harus menguasai teknik komunikasi, penyiar juga dituntut mampu menyampaikan informasi secara jelas kepada pendengar.
“Ternyata menjadi penyiar berita enggak gampang ya. Selain harus menguasai teknik komunikasi, tapi ada pengalaman yang menarik, berita-berita di RRI ini sangat-sangat up to date,” ujar Astrid.
Astrid juga mengapresiasi proses jurnalistik yang dilakukan RRI dalam menyajikan berita. Ia menilai kelengkapan informasi dan pernyataan dari sejumlah pihak membuat berita yang disampaikan menjadi aktual dan dapat dipercaya.
Menurutnya, berita yang dibacakan juga diperkuat dengan pernyataan dari sejumlah pihak sehingga informasi yang disampaikan memiliki dasar yang jelas. Pengalaman tersebut membuat Astrid semakin memahami proses di balik penyajian berita radio.
“Agak surprise ternyata kesiapan dari sisi liputan termasuk tadi penyajian beritanya lengkap. Jadi ada statement dari beberapa apa pihak-pihak yang memang memperkuat dari sisi berita, ini betul-betul sangat aktual, sangat bisa dipercaya,” ucapnya.
Dalam pengalaman membacakan berita tersebut, Astrid juga menemukan tantangan ketika harus menyampaikan kalimat-kalimat panjang. Ia mengaku sempat mengira membaca berita cukup dilakukan dengan membaca naskah, namun ternyata terdapat teknik khusus yang harus dikuasai.
“Ternyata ada beberapa kalimat yang cukup panjang dalam penulisannya. Tadi saya juga agak PD tinggal baca ternyata enggak sesederhana itu ya,” katanya.
Astrid menyebut teknik pernapasan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan penyiar saat membacakan berita. Menurutnya, penyiar membutuhkan kemampuan mengatur napas karena harus menyampaikan kalimat panjang secara jelas dan teratur.
“Ternyata ada teknik-tekniknya, menggunakan pernapasan yang cukup panjang dalam membacakan berita,” ucapnya.
Astrid juga menyampaikan harapan agar RRI Surakarta terus berjaya di udara. Pengalaman menjadi penyiar juga menjadi kesempatan baginya untuk melihat langsung pekerjaan penyiar dari sisi yang berbeda. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....