Tantangan RRI di Usia ke 81 Tahun

  • 07 Sep 2026 10:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81, Radio Republik Indonesia (RRI) pada dekade kali ini dihadapkan pada tantangan adaptasi gaya hidup generasi muda. Di tengah gempuran platform digital seperti Spotify, YouTube, dan TikTok, mahasiswa digital native mendorong RRI untuk terus berinovasi agar tetap relevan.

Menurut Mahasiswa Prodi Sastra Inggris UIN Raden Mas Said Surakarta, Khodijah Khodijah Gadis, telah terjadi pergeseran pola konsumsi informasi ini dirasakan langsung oleh generasi muda di Surakarta. Gadis mengakui, bahwa fleksibilitas dan durasi konten menjadi alasan utama anak muda lebih condong ke platform digital modern.

"Kalau anak muda pastinya paling sering dengerin Spotify atau nonton konten di TikTok. Bedanya sama radio yang durasinya panjang dan harus dipantengin secara langsung, konten di sosmed itu pendek-pendek, jadi lebih menarik buat kita," kata Gadis.

Senada dengan Gadis, Favian Jiwani yang juga mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta menyoroti pentingnya kontrol informasi on-demand. Menurutnya, platform streaming menawarkan kemudahan memilih konten sesuai kebutuhan akademik maupun personal.

"Di Spotify atau YouTube itu kan sudah dikategoriin, jadi kita gampang milih dan ngatur channel yang mau didengerin. Kalau radio konvensional kan sifatnya random, kita enggak bisa milih informasi spesifik yang kita butuhin secara instan," ungkap Favian.

Meski demikian, keterikatan anak muda terhadap RRI tidak sepenuhnya terputus. Interaksi generasi muda dengan RRI umumnya terbangun melalui kebiasaan keluarga di rumah, seperti mendengarkan siaran Pro 1 maupun Pro 4. Namun, agar RRI Pro 2 sebagai saluran anak muda dapat menjangkau audiens secara optimal, diperlukan strategi kemasan konten yang lebih agresif.

Gadis menilai RRI perlu meningkatkan kecepatan dalam merespons tren media sosial (gercep) serta menyesuaikan estetika visual maupun gaya penyampaian agar selaras dengan karakter Gen Z.

"RRI sebenarnya sudah punya akun-akun digital, tapi mungkin kontennya bisa dibuat lebih menarik lagi dan ngikutin tren yang sedang ramai di TikTok biar makin diminati anak muda," tutur Gadis.

Sementara itu, dari segi fitur teknis digital, Favian mengharapkan adanya penguatan pada sistem dokumentasi dan siaran ulang (playback) di aplikasi digital RRI. Hal ini penting agar pendengar yang memiliki mobilitas tinggi tidak ketinggalan momen atau informasi berharga.

"Inovasi yang bisa ditingkatkan mungkin fitur pengulangan siaran. Orang suka banget ketinggalan kalau ada siaran atau narasumber yang menarik. Kalau ada rekaman siaran ulang yang mudah diakses, kita jadi bisa dengerin kapan saja," ucap Favian.

Memasuki usia ke-81 tahun, masukan dari kalangan mahasiswa ini menjadi penanda penting bagi keberlanjutan RRI. Fleksibilitas platform, kecepatan mengikuti tren, serta penyediaan konten audio on-demand menjadi kunci utama RRI untuk terus mengudara di hati generasi muda Indonesia,” pungkasnya. (Najib-UIN RMS Surakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....