Bawaslu Solo Usulkan Desain Renovasi Gedung Baru Ramah Disabilitas
- 08 Sep 2026 11:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta menegaskan pentingnya ketersediaan fasilitas inklusif dan ramah disabilitas dalam rencana renovasi gedung kantor baru mereka di Eks SD Sumber 5 Surakarta.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan Detail Engineering Design (DED) Rehabilitasi Gedung bersama Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Surakarta, Senin 7 September 2026.
Rapat pembahasan yang berlangsung di Ruang Rapat SIMBG DPUPR Surakarta ini dihadiri oleh Sekretaris DPUPR, Ketua dan Komisioner Bawaslu Kota Surakarta, Kepala Bidang Cipta Karya, konsultan perencana, serta jajaran Bawaslu Kota Solo.
Anggota Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, menekankan bahwa aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas harus dirancang sejak awal perencanaan desain gedung. Fasilitas yang disoroti secara khusus meliputi akses menuju aula persidangan dan penyediaan toilet khusus disabilitas.
"Kantor Bawaslu harus inklusif. Jangan sampai aksesibilitas di Bawaslu hanya berfungsi sebagai fasilitas tambahan untuk mempercantik wajah demokrasi saja, tetapi harus dipastikan layak digunakan," ujar Agus Sulistyo di sela diskusi perencanaan.
Agus menjelaskan bahwa toilet disabilitas harus mempertimbangkan kebutuhan teknis penggunanya, seperti lebar pintu minimal 1,2 meter dan luas ruang sekitar 1,75 meter. Menurutnya, sebagai lembaga pengawas sekaligus pelayan publik, Bawaslu harus mampu memfasilitasi seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan fisik.
Sementara itu, pembahasan penyesuaian desain gedung turut memperhitungkan keterbatasan anggaran yang tersedia. Berdasarkan rekapitulasi kebutuhan struktural dan arsitektural yang dipresentasikan konsultan perencana, anggaran yang dibutuhkan berada di kisaran Rp264 juta, jauh dari usulan awal rehabilitasi sebesar Rp1,2 miliar.
Kondisi tersebut menuntut DPUPR dan Bawaslu Kota Surakarta menyelaraskan prioritas kebutuhan. Berdasarkan rencana, lantai bawah gedung diproyeksikan untuk area pelayanan publik, seperti area parkir, ruang sidang, pojok pengawasan, mushala, pantry, dan kamar mandi. Area front office dirancang berkapasitas 40 hingga 50 orang, serta dilengkapi media center berkonsep elemen portable.
Menanggapi keterbatasan anggaran, Ketua Bawaslu Kota Surakarta, Budi Wahyono, menyatakan bahwa aspek aksesibilitas dan kelistrikan tidak boleh dikorbankan demi efisiensi biaya.
"Anggaran memang terbatas. Tetapi ada kebutuhan yang harus dipastikan tetap ada, terutama kelistrikan dan aksesibilitas. Kantor ini nantinya menjadi wajah pelayanan Bawaslu kepada masyarakat," ucap Budi Wahyono saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, rehabilitasi gedung Eks SD Sumber 5 diharapkan mampu menjadikan kantor Bawaslu sebagai rumah demokrasi yang terbuka bagi semua pihak.
"Ketika Bawaslu mengawasi agar penyelenggaraan pemilu tidak meninggalkan siapa pun, pesan inklusivitas itu semestinya juga terlihat dari pintu masuk kantornya," ucap Budi Wahyono. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....