UMS Dorong Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran di Sekolah Swasta di Karanganyar
- 07 Sep 2026 18:45 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID Sukoharjo - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id turut mendorong percepatan transformasi pembelajaran berbasis teknologi melalui Workshop Pendidikan Program Prioritas bertema “Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar” yang digelar di Hotel Alana Colomadu, Karanganyar, Senin 07 September 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA swasta se-Kabupaten Karanganyar tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat digitalisasi pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, UMS berkontribusi melalui Guru Besar UMS, Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom., yang menjadi pemateri utama dengan membawakan materi bertajuk “Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran di Satuan Pendidikan TK–SMA”.
Budi menjelaskan, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang bagi satuan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu guru maupun kepala sekolah dalam menyiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran.
“AI dapat membantu guru dalam menyusun modul ajar, membuat bank soal, hingga memberikan umpan balik kepada siswa. Namun, penggunaannya harus disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang pendidikan,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama pada setiap jenjang. Pada jenjang TK dan SD, AI perlu ditempatkan sepenuhnya sebagai alat bantu guru yang menjadi perantara dalam penggunaannya.
Sementara itu, siswa SMP mulai dapat diperkenalkan dengan pemanfaatan AI secara terbimbing.
“Untuk TK dan SD, AI sepenuhnya di tangan guru sebagai perantara. Siswa SMP mulai bisa mencoba AI dengan bimbingan, sementara siswa SMA dapat mulai berlatih secara lebih mandiri dengan tetap mengedepankan etika dan verifikasi,” paparnya.

Tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, Budi juga mengajak peserta mengikuti sesi praktik pemanfaatan AI. Para kepala sekolah diperkenalkan dengan Claude sebagai salah satu asisten AI berbasis percakapan dan diajak menyusun prompt untuk menghasilkan berbagai kebutuhan pembelajaran.
Menurut Budi, kemampuan menggunakan AI perlu diimbangi dengan literasi digital dan kesadaran terhadap risiko penggunaannya. Guru dan peserta didik tidak cukup hanya mampu menghasilkan konten menggunakan AI, tetapi juga perlu memahami bagaimana memeriksa kebenaran informasi yang dihasilkan.
“Penggunaan AI harus tetap bertanggung jawab. Ada prinsip verifikasi informasi, transparansi penggunaan, perlindungan data pribadi peserta didik, dan yang paling penting tetap mengutamakan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa,” tegasnya.
Workshop tersebut diawali dengan sambutan Staf Ahli Direktur Pendidikan Dasar Kemendikdasmen, Djumeri, S.TP., M.Si.
Dia menyampaikan bahwa sekolah swasta memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengembangkan kurikulum dan inovasi pembelajaran.
Menurutnya, fleksibilitas tersebut dapat menjadi modal bagi sekolah swasta untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan menjadi bagian dari penggerak transformasi pendidikan.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Drs. H. Juliyatmono, M.M., M.H., menyoroti pentingnya kesetaraan akses pendidikan bagi sekolah negeri maupun swasta.
“Pemerintah harus didorong untuk memberikan perhatian yang sama kepada sekolah negeri maupun swasta. Jangan sampai ada perlakuan yang timpang dalam hal anggaran, fasilitas, maupun akses terhadap program-program pendidikan,” ujarnya.
Kegiatan yang merupakan tindak lanjut surat undangan Direktorat Sekolah Dasar nomor 3048/B/C3/PR.07.04/2026 tertanggal 1 September 2026 tersebut ditutup dengan komitmen para kepala sekolah untuk menyosialisasikan hasil workshop kepada guru di satuan pendidikan masing-masing.
Para peserta juga didorong menyusun panduan pemanfaatan AI yang sesuai dengan karakteristik dan jenjang pendidikan, sehingga penerapan teknologi dapat berlangsung secara efektif, aman, dan berkelanjutan. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....