Polres Sukoharjo Gandeng Senopati Academy Beri Pelatihan AI ke Pelajar
- 07 Sep 2026 18:45 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Sukoharjo – Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong Polres Sukoharjo mengambil langkah edukatif dengan membekali generasi muda pemahaman mengenai penggunaan AI secara positif dan bertanggung jawab.
Polres Sukoharjo menggandeng Senopati Academy menggelar program Paham AI berupa pelatihan artificial intelligence bagi pelajar SMA/SMK sederajat di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan tersebut digelar secara bertahap di sejumlah sekolah untuk meningkatkan literasi digital sekaligus membangun kesadaran pelajar terhadap manfaat dan risiko penggunaan teknologi AI.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, pelatihan Paham AI dilaksanakan mulai 10 Agustus hingga 24 September 2026. Kegiatan digelar setiap Senin hingga Kamis dengan menyasar pelajar di 38 SMA/SMK sederajat di Kabupaten Sukoharjo.
"Pelatihan Paham AI ini kami laksanakan sejak 10 Agustus sampai 24 September 2026, setiap hari Senin sampai Kamis. Sampai saat ini sudah ada 18 SMA/SMK sederajat yang menerima materi dari para trainer yang telah kami persiapkan," kata Anggaito, Senin 07 September 2026.
Untuk mendukung program tersebut, Polres Sukoharjo menyiapkan 30 trainer yang merupakan personel gabungan dari perwira dan bintara. Para trainer memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pemanfaatan teknologi AI agar dapat digunakan secara positif, produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Hingga saat ini, sebanyak 781 pelajar telah mendapatkan manfaat dari program Paham AI. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga seluruh rangkaian pelatihan selesai.
"Target kami sampai selesai sekitar 820 pelajar. Kalau nanti jumlahnya lebih dari target, tentu lebih bagus," ujarnya.

Menurut Anggaito, perkembangan AI memberikan berbagai kemudahan bagi pelajar dalam memperoleh informasi maupun membantu proses pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis.
Pelajar juga perlu memahami bahwa informasi yang dihasilkan AI tidak selalu dapat diterima begitu saja tanpa dilakukan pengecekan. Verifikasi data menjadi bagian penting agar teknologi tersebut tidak justru menjadi sumber penyebaran informasi yang keliru.
"Kami berharap para pelajar atau generasi muda ini bisa bersikap kritis dalam mengolah informasi yang dihasilkan AI. Kemudahan akses teknologi tidak boleh menghilangkan peran verifikasi data dan kesadaran untuk menjaga privasi digital," jelasnya.
Selain kemampuan menggunakan AI, Polres Sukoharjo juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai etika dan batasan dalam penggunaan teknologi tersebut.
Anggaito menegaskan, AI pada dasarnya merupakan alat bantu. Karena itu, kemampuan manusia untuk berpikir kritis, melakukan verifikasi informasi, menjaga data pribadi, serta memahami etika penggunaan teknologi tetap menjadi hal utama.
"Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bahwa AI adalah alat bantu. Pelajar tetap harus berpikir kritis, melakukan verifikasi terhadap informasi, menjaga data pribadi, serta memahami batasan dan etika dalam penggunaannya," pungkasnya.
Melalui program Paham AI, Polres Sukoharjo berharap literasi teknologi di kalangan pelajar tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan AI, tetapi juga membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, aman, dan bertanggung jawab di ruang digital. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....