Dinkes Solo Buka Layanan Kesehatan 24 Jam Bagi Warga Terdampak Asap TPA Putri Cempo

  • 07 Sep 2026 16:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas kesehatan kota surakarta memastikan layanan kesehatan bagi warga terdampak asap terus dilakukan, bahkan dengan membuka layanan selama 24 jam di sekitar TPA Putri Cempo.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Nur Hastuti M.Kes., mengatakan, layanan proaktif telah dilakukan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga. Pelayanan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat tetes mata, masker, hingga oksigen.

"Kita membuka layanan 24 jam di TPA, sudah kita jadwalkan. Jadi setiap hari itu ada yang jaga untuk pemeriksaan kesehatan dasar di sana. Nah, nanti apabila diperlukan rujukan, maka akan kita rujuk ke rumah sakit, “ ujar dr. Nur Hastuti dalam dialog interaktif di RRI Jumat, 4 September 2026.

Nur Hastuti menjelaskan, di Kota Surakarta terdapat 22 rumah sakit yang disiapkan untuk menerima rujukan, serta 23 puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan dasar secara gratis. Untuk kondisi gawat darurat, pasien dapat langsung mendapatkan pelayanan di rumah sakit.

Dinas Kesehatan juga terus memantau kondisi warga terdampak asap. Asesmen dan pelaporan dilakukan setiap hari melalui puskesmas dan rumah sakit, sehingga data keluhan warga terus diperbarui.

Selain di wilayah Kota Surakarta, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Karanganyar, mengingat sejumlah wilayah perbatasan seperti Plesungan dan Jemblung turut terdampak asap.

Sementara itu, Ketua RW 39 Mojosongo, Andri Priyatno, mengatakan, warga saat ini membutuhkan masker, tetes mata, serta kesiapan evakuasi apabila kondisi asap dan kebakaran kembali memburuk.

"Untuk kebutuhan warga RW 39, yang jelas seperti masker, tetes mata dan juga standby untuk evakuasi apabila keadaan semakin tidak memungkinkan. Karena kemarin warga itu sudah dievakuasi, tapi kembali ke rumah karena situasinya sudah agak aman. Tapi kita tidak tahu, seperti hari kemarin pagi sudah mereda, siangnya api makin membesar." Ujar Andri Priyatno.

Andri menambahkan, dampak yang dirasakan warga adalah asap dan abu pembakaran. Arah asap sangat bergantung pada kondisi angin. Ketika angin bergerak ke arah permukiman, warga dapat langsung terdampak asap. Abu pembakaran juga masuk ke rumah-rumah warga dan menyebabkan mata terasa perih serta seperti ada benda yang mengganjal. (Lidia Sinaga)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....