Mini KMI Expo UMS Jadi Ajang Pemantapan Lima Tim menuju KMI Expo XVII 2026
- 18 Sep 2026 23:14 WIB
- Surakarta
RRI. CO. ID, Surakarta - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) menggelar Mini Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo, Jumat 18 September 2026, di Hall Lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Kegiatan tersebut menjadi puncak Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) UMS sekaligus persiapan menuju KMI Expo XVII Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Banyumas, Jawa Tengah, pada 29 September - 1 Oktober 2026.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mengapresiasi capaian mahasiswa UMS yang berhasil lolos dalam ajang KMI Expo. Ia berharap mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi tersebut dapat terus mengembangkan usaha dan pengalaman kewirausahaan yang telah dibangun melalui program P2MW.
“Selamat untuk para tim KMI yang sudah bertumbuh. Mudah-mudahan semakin bertumbuh dan bisa jadi pengusaha sukses masa depan,” ungkapnya.
Menurut Ihwan, kegiatan kewirausahaan mahasiswa tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk, tetapi juga menjadi proses pengembangan kerja tim dan inovasi. Ia menilai berbagai kegiatan mahasiswa yang berkaitan dengan minat dan kompetensi perlu terus mendapatkan dukungan dari universitas.

“Expo ini tidak sekadar hanya menunjukkan produknya. Tapi saya yakin ini adalah hasil kerja tim yang luar biasa. Inovasi yang dikembangkan dengan berbagai sumber pengetahuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, UMS berkomitmen memberikan fasilitasi terhadap berbagai kegiatan mahasiswa untuk menunjang prestasi sekaligus mempersiapkan daya saing lulusan.
“UMS tentu berkomitmen untuk selalu memfasilitasi berbagai kegiatan untuk menunjang prestasi dan sekaligus juga menyiapkan daya saing lulusan kita,” tuturnya.
Sementara itu, Kasubdit Soft Skill dan Layanan Kemahasiswaan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., melaporkan bahwa pada P2MW 2026 terdapat enam tim UMS yang mendapatkan pendanaan. Dari jumlah tersebut, lima tim berhasil lolos untuk maju ke KMI Expo 2026.
“Pada P2MW tahun 2026 ini, tim-tim dari P2MW yang kemarin sudah mendapatkan pendanaan sejumlah enam tim. Saat ini lolos untuk maju ke final dalam KMI Expo lima tim,” jelasnya.

Azizah menyampaikan, lima tim tersebut berasal dari beberapa bidang, yaitu Tim Klanceng Edufarm (Budidaya), Biofeed (budidaya), Yogreen (F&B), Leafcocho (F&B), dan BenerinAja (digital). Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping dan tim DKPTI yang telah mendukung proses pembinaan mahasiswa.
Menjelang pelaksanaan KMI Expo XVII, para mahasiswa masih akan mendapatkan pendampingan untuk mematangkan presentasi dan produk yang akan dibawa dalam kompetisi.
Salah satu tim yang lolos KMI Expo 2026 adalah Klanceng Edufarm. CEO Klanceng Edufarm, Hibatullah Al-Mubarok, mengatakan proses pembentukan tim menjadi salah satu tantangan yang dihadapi sejak awal.
Hibatullah menjelaskan, tim ini juga didampingi Dr. Mutoharun Jinan, M.Ag., sebagai dosen pembimbing. Persiapan Klanceng Edufarm telah dilakukan selama sekitar tiga hingga empat bulan sebagai bagian dari rangkaian P2MW selama lima bulan. Persiapan tersebut dilakukan untuk mematangkan tim dalam memahami bidang usaha masing-masing sebelum menghadapi penilaian di KMI Expo.
“Total persiapan kurang lebih tiga sampai empat bulan. Kami sudah berhasil menyiapkan terkait kematangan tim kami dalam memahami situasi kondisi di perusahaan,” jelasnya.

Klanceng Edufarm bergerak pada bidang budidaya lebah klanceng. Hibatullah menjelaskan, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah mengarahkan lebah untuk mengkonsumsi nektar dari bunga air mata pengantin. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi salah satu pembeda dari budidaya lebah klanceng yang dikembangkan timnya.
“Budidaya kami mengkhususkan untuk lebah kami supaya mengkonsumsi bunga air mata pengantin,” katanya.
Ia menjelaskan, madu yang dihasilkan dari nektar bunga air mata pengantin memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dari tekstur, rasa, dan warna. Klanceng Edufarm juga telah melakukan uji laboratorium terhadap produknya sebagai bagian dari pengembangan usaha.
Menghadapi KMI Expo XVII 2026 di UNSOED, Hibatullah berharap Klanceng Edufarm dapat memperoleh hasil terbaik sekaligus membawa nama UMS dalam ajang tersebut.
“Harapan kami ingin mendapatkan hasil terbaik dengan pulang membawa berbagai penghargaan, supaya bisa mengharumkan nama baik Universitas Muhammadiyah Surakarta,” pungkasnya. (Edwi/Rill)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....