Estafet Tunas Kelapa 2026 di Karanganyar Diwarnai Aksi Bakti Sosial
- 01 Sep 2026 15:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Prosesi timbang terima Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sragen kepada Kwarcab Karanganyar berlangsung khidmat di Lapangan Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Selasa 1 September 2026. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Sragen Sigit Pamungkas kepada Ketua Kwarcab Karanganyar Kurniadi Maulato.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato, menegaskan tradisi Estafet Tunas Kelapa ini menjadi kebanggaan khas Kwarda Jawa Tengah dalam merayakan Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Menurutnya, penyelenggaraan ETK mengemban amanat dan misi pembentukan karakter generasi muda di wilayah Kabupaten Karanganyar.
"Jadi insyaallah hanya Kwarda Jawa Tengah yang menyelenggarakan estafet tunas kelapa di dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka tahun 2026 ini. Dengan tujuan mempertahankan tradisi, kemudian membentuk generasi muda kita punya karakter disiplin, rela berkorban, cinta tanah air dan bangsa, serta memasyarakatkan Gerakan Pramuka di Karanganyar," kata Ketua Kwarcab Karanganyar, Kurniadi Maulato kepada wartawan disela kegiatan.
Kurniadi menjelaskan di Karanganyar rombongan melewati tiga titik rute utama, yakni upacara penerimaan di Lapangan Kaliwuluh Kebakkramat, pergantian personel di Pertigaan Nangsri, hingga penyerahan ke Kwarcab Surakarta di Kampus II ISI Surakarta.
Selain itu, lanjut Kurniadi, Kwarcab Karanganyar juga menggelar perkemahan ranting serta aksi bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan penyaluran santunan perlengkapan sekolah bagi 25 anak yatim piatu.
"Ini nanti pergantian personel di Nangsri, setelah itu dilanjutkan di ISI. Nanti direncanakan upacaranya jam 14.30 diserahkan ke Kwarcab Surakarta. Pasukan ada 40 orang per tim. Seluruh etape ini ditargetkan rampung sebelum puncak peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarda di Banyumas pada 9 September mendatang," ujar Kurniadi.
Sementara itu, Kamabicab Gerakan Pramuka Sragen, Sigit Pamungkas, menekankan pentingnya nilai-nilai sinergi dan daya juang yang terkandung dalam tradisi perjalanan berantai ini.
"Estafet ini membawa misi kepramukaan yang dibuat secara berantai dan titik akhir tujuan adalah di Banyumas. Pesan moralnya bahwa untuk mencapai satu tujuan kita ini harus saling bersinergi meneruskan estafet kepemimpinan dan semangat, sehingga kerja kolektif ini bisa mencapai tujuan. Karena perjalanan ini tidak mudah, perlu kedisiplinan dan daya juang," ujar Sigit Pamungkas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....