Ketua Kwarcab Boyolali Dorong Jambore Pramuka Perkuat Kemandirian

  • 20 Agt 2026 19:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kwartir Ranting (Kwaran) Cepogo menggelar Jambore Pramuka Penggalang SD dan MI dalam rangka memperingati HUT ke-65 Gerakan Pramuka. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13-14 Agustus 2026, di Lapangan Desa Paras, Kecamatan Cepogo, ditutup Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ketua Kwaran Cepogo, Cakep Suroto mengatakan, Jambore diikuti 10 Pramuka Penggalang yang mewakili 47 SD/MI di wilayah Kwaran Cepogo. Dengan demikian, sebanyak 470 peserta didik mengikuti kegiatan perkemahan tersebut.

Selain peserta didik, kegiatan juga melibatkan unsur Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam). Total peserta yang terlibat dalam rangkaian perkemahan mencapai sekitar 650 orang.

Cakep menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi perkemahan, Renungan Ulang Janji, bakti sosial, serta sejumlah perlombaan. Perlombaan yang digelar antara lain kebersihan dan keamanan, regu tergiat, regu tercerdas, serta juara umum.

Menurut Cakep, kegiatan Jambore menjadi wahana untuk melatih kemandirian peserta didik melalui berbagai aktivitas kepramukaan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan.

“Harapan kami kegiatan ini tetap berjalan, karena sebagai wahana untuk melatih kemandirian, minimal mengurus diri sendiri, syukur bisa membantu orang tua dan masyarakat,” kata Cakep.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Boyolali Dwi Fajar Nirwana berpesan kepada seluruh peserta agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Jambore dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendorong kegiatan Jambore Ranting terus dikembangkan tidak hanya dari sisi jumlah peserta, tetapi juga kualitas pembinaan.

“Semoga Jambore Ranting ini dapat terus dikembangkan, tidak hanya kuantitas tapi juga kualitas dalam pembinaan pendidikan Pramuka,” ucap Dwi Fajar.

Dwi Fajar mengajak Gerakan Pramuka menjadi wadah pembentukan generasi muda yang cerdas, mandiri, terampil, dan berakhlak mulia. Selain itu, peserta didik diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sesama, serta mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Mari kita jadikan Gerakan Pramuka sebagai wadah untuk membentuk dan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas, yang mandiri, yang terampil, berakhlak mulia, berkarakter, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, sesama dan swasembada pangan demi Indonesia Emas 2045,” lanjutnya.

Upacara penutupan Jambore Kwaran Cepogo turut diikuti sekitar 1.200 peserta yang terdiri dari 600 siswa SD, 200 siswa SMP, dan 400 siswa SMA. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan selama kegiatan Jambore. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....