Angka Pensiun Guru Tinggi, Pemkab Karanganyar Usul Formasi CPNS

  • 01 Sep 2026 15:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Pemerintah Kabupaten Karanganyar dihadapkan pada tantangan serius menyusul tingginya angka guru yang memasuki masa purna tugas setiap tahunnya. Kondisi ini memicu krisis tenaga pendidik di sekolah-sekolah dasar yang ditandai dengan kekurangan ratusan formasi pengajar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengakui, krisis tenaga pengajar ini disiasati dengan berbagai cara, termasuk mengoptimalkan peran tenaga pendidik yang ada serta mengusulkan formasi secara bertahap kepada pemerintah pusat.

"Kalau ini tidak pensiun saja masih kurang ya, makanya tetap diusahakan ada pengampu yang dobel. Terus kemudian juga dari P3K paruh waktu dari guru itu pun juga kita optimalkan untuk bisa menutup kekurangan," ujar Kurniadi Maulato, Selasa 1 September 2026.

Kurniadi menyebutkan, jumlah ASN di lingkup Pemkab Karanganyar yang memasuki masa pensiun mencapai ratusan orang setiap tahunnya. Di sisi lain, ia memastikan komitmen pemerintah daerah terhadap alokasi anggaran sektor pendidikan tetap terjaga sesuai regulasi.

"Tahun ini paling tidak ya 500-an lah pokoknya yang masuk di masa pensiun. Untuk tahun ini pun dan tahun depan sepanjang regulasi mewajibkan sekurang-kurangnya 20 persen, kita enggak pernah kurang dari itu. Wajib hukumnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan gelombang purna tugas terjadi secara konsisten setiap bulannya. Pihaknya mencatat pergerakan angka pensiun pendidik dan tenaga kependidikan berkisar antara 25 hingga 30 orang per bulan.

"Per bulan nggih, per bulan. Itu baik pendidik maupun tenaga kependidikan ya, karena beberapa personil ada yang guru, karyawan TU, kemudian juga karyawan Korwil," ungkap Hendro Prayitno usai menyerahkan SK Pensiun bagi 25 pegawai per 1 September.

Guna menambal celah kosong di sekolah dasar, Disdikbud Karanganyar menerapkan kebijakan strategis dengan menarik kembali guru ASN yang sebelumnya bertugas di Taman Kanak-kanak (TK) untuk dikembalikan ke satuan pendidikan dasar secara bertahap.

"Kami yang SD ini kemarin ada sekitar 300 sekian yang ASN yang ditempatkan di TK, kemudian ditarik kembali ke SD. Kemarin ada 105 yang kita tarik, dan ini nanti ada rencana tahap kedua dan ketiga. Iya ditarik semuanya karena ini salah satu strategi Pemkab untuk mensiasati kekosongan guru di kabupaten khususnya SD," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....