Hoaks Tautan Pendaftaran Dosen dan Guru Pamong 2026 di Facebook
- 29 Agt 2026 22:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Penawaran pendaftaran tenaga pendidik yang mencatut skema resmi pemerintah kembali marak beredar di media sosial Facebook. Sebuah unggahan dari akun "Mutiara Sari M.Kom." mengklaim bahwa rekrutmen dosen dan guru pamong tahun 2026 telah dibuka secara resmi.
Dilansir dari laman TurnBackHoax, pengunggah menyertakan tautan tidak resmi dan mengarahkan pengguna internet untuk mendaftarkan diri demi mengisi posisi pengampu Pendidikan Profesi Guru (PPG). Narasi tersebut disusun sedemikian rupa agar meyakinkan calon pendaftar yang mencari peluang karir di bidang pendidikan.
Unggahan sensasional ini berhasil memancing perhatian luas hingga mendapatkan lebih dari seribu tanda suka dan belasan kali dibagikan ulang. Banyak warganet yang tidak menyadari bahwa tautan yang disebarkan bukan berasal dari domain resmi instansi pemerintah.
Hasil analisis teknis terhadap alamat tautan yang dibagikan mengonfirmasi bahwa situs web tersebut tidak mengarah ke portal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Saat diakses, situs buatan itu meminta pengunjung mengisikan identitas pribadi berupa nama lengkap dan nomor telepon aktif.
Halaman palsu tersebut kemudian mengarahkan calon korban untuk memasukkan kode verifikasi rahasia yang dikirimkan melalui aplikasi pesan singkat Telegram. Pengambilan kode verifikasi ini merupakan modus phishing yang bertujuan untuk menguasai dan mengambil alih akun pribadi korban secara ilegal.
Penelusuran dokumen dan portal resmi menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dosen maupun guru pamong dilakukan terpusat melalui sistem resmi Direktorat PPG. Pemerintah tidak pernah menggunakan domain gratisan atau meminta kode verifikasi aplikasi percakapan pribadi dalam proses seleksi.
Guna mencegah peretasan akun sosial media dan kebocoran identitas, pencari kerja diimbau hanya mengakses kanal pendaftaran berdomain resmi .go.id. Penyebaran tautan pendaftaran pengajar berkedok pencurian kode sandi ini tergolong sebagai konten tiruan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....