Pemkot Solo Jemput Bola Tangani Aduan Ketidaksesuaian Data
- 30 Agt 2026 15:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta membuka layanan aduan terkait ketidaksesuaian data status ekonomi untuk menindaklanjuti berbagai persoalan, termasuk masyarakat yang seharusnya menerima bantuan namun belum terdata. Layanan tersebut dilakukan secara daring maupun melalui pendekatan jemput bola.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan banyaknya aduan yang masuk menunjukkan masih terdapat persoalan dalam ketepatan data masyarakat. Karena itu, Pemkot Surakarta menyiapkan ruang pengaduan agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti.
"Berdasarkan banyak aduan hari ini, ini membuktikan fakta bahwa memang belum tepat sasaran sebelumnya. Maka dari itu dari DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) hari ini, kita membuka layanan online dan layanan jemput bola," katanya, Minggu 30 Agustus 2026.
Menurut Respati, kelurahan dan organisasi perangkat daerah terkait telah ditugaskan untuk menerima serta menindaklanjuti laporan masyarakat. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memperbaiki data agar sesuai dengan kondisi warga di lapangan.
"Kami tugaskan kepada kelurahan-kelurahan dan dinas untuk membuka layanan aduan terkait ketidaksesuaian data dan itu akan segera kita laksanakan dan sudah berjalan," ujarnya.
Ia mencontohkan masih terdapat masyarakat yang seharusnya berhak menerima bantuan, tetapi belum tercatat dalam data penerima. Sebaliknya, terdapat pula warga yang kondisi ekonominya dinilai telah mampu, tetapi masih tercantum sebagai penerima bantuan.
"Ada yang seharusnya dapat tapi malah tidak dapat. Yang seharusnya dia sudah mampu malah dapat. Lah, ini yang berbahaya," ucapnya.
Respati mengatakan pembenahan data membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui laporan yang disampaikan kepada pemerintah. Aduan tersebut selanjutnya menjadi bahan verifikasi dan evaluasi oleh instansi terkait.
"Kuncinya ada di edukasi dan kami akan turun untuk melayani masyarakat," ucapnya.
Pemkot Surakarta berharap pembukaan layanan aduan tersebut dapat memperbaiki akurasi data masyarakat. Dengan data yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan, program dan bantuan pemerintah diharapkan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran. (Reza)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....